Malaysia tangkap peretas yang beberkan data AS ke ISIS
Peretas ini berkebangsaan Kosovo, bernama Ardit Ferizi.
Otoritas Malaysia menahan menangkap dan menahan seorang peretas yang membeberkan data-data prajurit Amerika Serikat kepada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Peretas ini berkebangsaan Kosovo, bernama Ardit Ferizi.
Ferizi juga ditangkap dan ditahan di Malaysia sementara atas perintah Negeri Paman Sam itu.
Dilansir dari Kantor Berita CNN, Jumat (16/10), dari berkas pengaduan pidana, Ferizi meretas sistem komputer sebuah perusahaan AS dan mencuri lebih dari seribu informasi tentara dan pegawai negeri. Kemudian dia memberikan data-data tersebut pada beberapa tokoh ISIS.
"Penangkapan ini merupakan keputusan kami untuk melawan dan mencegah ISIS menyerang Amerika dalam bentuk apapun dan bagaimanapun mereka melakukannya," ujar Asisten Jaksa Agung AS, John Carlin.
Salah satu yang menerima data tersebut merupakan seorang peretas juga yang berasal dari Inggris, dan terang-terangan menyatakan bergabung dengan ISIS, Junaid Hussein. Dia juga aktif merekrut orang untuk bergabung dengan ISIS melalui sosial media.
Hussein merupakan anggota penting di ISIS dari bagian khalifah siber ISIS. Biasanya dia meretas situs resmi pemerintah, salah satunya AS dan Prancis.
Penangkapan Ferizi merupakan hasil kerja sama dari aparat Malaysia dan organisasi keamanan AS, FBI. Mereka sepakat untuk memindahkan Ferizi ke AS dan akan dituduh melakukan kejahatan siber.
Baca juga:
Ustad Fachri didakwa punya media online buat rekrut WNI anggota ISIS
Usai serangan bom ganda, Turki tangkap 43 orang diduga anggota ISIS
Perusahaan Malaysia dan China kembali jadi dalang penyebab asap
2 Santri asal Malaysia tepergok masuk Nunukan secara ilegal
Malaysia minati F-18 Hornet, mampukah imbangi Su-35 incaran TNI AU?