Malaysia Panggil Dubes China Setelah Kapalnya Masuki Laut China Selatan
Pada Senin malam, Malaysia memanggil perwakilan Beijing untuk menyampaikan protes setelah kapal China memasuki zona ekonomi maritimnya di Laut China Selatan yang disengketakan.
Pada Senin malam, Malaysia memanggil perwakilan Beijing untuk menyampaikan protes setelah kapal China memasuki zona ekonomi maritimnya di Laut China Selatan yang disengketakan.
Kuala Lumpur memanggil duta besar China, Ouyang Yujing “untuk menyampaikan sikap dan protes terkait kehadiran dan aktivitas kapal China, termasuk kapal survei, di Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia”, jelas Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Luar Negeri Malaysia menuduh China melanggar hukum lokal dan internasional dengan kehadiran kapalnya di lepas pantai negara bagian Sabah dan Sarawak.
Ini adalah kedua kalinya dalam tahun ini Malaysia memanggil dubes China untuk memprotes aktivitas China terkait perairan yang diperebutkan itu.
Pada Juni, Malaysia mengerahkan pesawat tempur untuk mencegat 16 pesawat militer China yang muncul di wilayah udara Malaysia di atas Laut China Selatan, di mana Malaysia dan China saling klaim atas kepemilikan wilayah tersebut.
Malaysia menuduh China melanggar kedaulatannya, sementara Beijing mengatakan penerbangan itu adalah latihan rutin.
Hubungan Malaysia-China biasanya hangat tetapi terganggu oleh insiden-insiden di atas laut baru-baru ini yang meningkatkan ketegangan kedua negara. Laut China Selatan merupakan rumah bagi jalur pelayaran utama dan diyakini menyimpan cadangan minyak dan gas yang kaya.
“Konsistensi sikap dan tindakan Malaysia berdasarkan hukum internasional, untuk membela kedaulatan dan hak-hak berdaulat kami di perairan kami,” jelas pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Senin, dikutip dari Al Arabiya, Selasa (5/10).
China telah mengklaim hampir semua Laut China Selatan dan telah membangun banyak pos militer di pulau-pulau kecil dan atol, membuat marah negara lain yang iuga memiliki klaim atas perairan tersebut, termasuk Vietnam, Filipina, Brunei dan Taiwan.
AS juga telah mengirim kapal perang melalui perairan itu untuk menegaskan hak internasional atas kebebasan navigasi, yang membuat China marah.
Baca juga:
Posisi Strategis Indonesia di Tengah Ketegangan AS-China
VIDEO: Menhan Prabowo Tegas Sebut China Penentu Masa Depan Dunia
Menhan Prabowo Sebut Masalah Laut China Selatan Harus Dihadapi dengan Realistis
Kapal Perang AS USS Ronald Reagen Memasuki Laut China Selatan
Malaysia Sebut 16 Jet Tempur China Langgar Wilayah Udara di Laut China Selatan
Filipina Minta Nelayan Abaikan Larangan Beijing Tangkap Ikan di Laut China Selatan