Kunjungi lokasi kebakaran, Putin sesali adanya kecerobohan
Penyelidik mengatakan bahwa ini adalah peristiwa kebakaran mematikan di Rusia sejak pecahnya Uni Soviet. Bahwa pintu-pintu api di mal telah terkunci dan sistem alarm kebakaran tidak berfungsi dengan baik.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi tempat kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan, yang menewaskan sedikitnya 64 orang, dan mengecam kelalaian yang mengakibatkan banyak korban tewas pada peristiwa ini. Ia kemudian meletakkan bunga di lokasi kebakaran untuk mengenang para korban.
"Apa yang sedang terjadi di sini? Ini bukan perang, itu bukan ledakan metana spontan. Orang-orang datang untuk bersantai, bersama anak-anak. Kami berbicara tentang demografi dan kehilangan banyak orang," kata Putin dalam pertemuan dengan para menteri di Kemerovo, seperti dikutip dari Reuters, (27/3).
"Mengapa? Karena sebuah kelalaian, karena kecerobohan. Bagaimana ini bisa terjadi?" Putin bertanya.
Penyelidik mengatakan bahwa ini adalah peristiwa kebakaran mematikan di Rusia sejak pecahnya Uni Soviet. Bahwa pintu-pintu api di mal telah terkunci dan sistem alarm kebakaran tidak berfungsi dengan baik.
Kepala Komite Investigasi Rusia, yang menangani kejahatan besar mengatakan, bahwa sistem alarm kebakaran di mal telah rusak sejak 19 Maret dan seorang penjaga keamanan tidak menyalakan sistem keselamatan dini untuk memperingatkan orang-orang agar segera menyelamatkan diri.
Api menyapu lantai atas pusat perbelanjaan Winter Cherry di kota Kemerovo, di mana kompleks bioskop dan tempat bermain anak-anak berada.
Kebakaran ini telah memicu kemarahan warga tentang gagalnya sistem standar keselamatan di negara itu. Kemerovo merupakan wilayah penghasil batu bara sekitar 3.600 kilometer (2.200 mil) timur Moskow.
Baca juga:
Mantan mata-mata diracun, 22 negara usir diplomat Rusia
Setelah Eropa dan Amerika, giliran Australia usir diplomat Rusia
Lebih dari 5.000 pemberontak Suriah dan warga sipil dievakuasi dari Ghouta Timur
64 orang tewas terpanggang dalam kebakaran mal di Rusia
37 orang tewas, puluhan anak hilang setelah kebakaran mal di Rusia
Detik-detik menara TV peninggalan Uni Soviet dihancurkan