Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan mata-mata diracun, 22 negara usir diplomat Rusia

Mantan mata-mata diracun, 22 negara usir diplomat Rusia Bendera Rusia di atap Konsulat Jenderal Rusia di San Francisco, AS. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 22 negara dari tiga benua di dunia akan segera mengusir diplomat Rusia yang bertugas di negara mereka. Pengusiran tersebut dilakukan karena mereka menganggap Rusia terlibat dengan peracunan mantan mata-matanya di Inggris.

Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa akan mengusir 60 petugas intelijen Rusia dari negaranya. Sementara Inggris, awal bulan ini, telah mengirim pulang 23 diplomat Rusia. Menyusul dua negara tersebut, negara-negara lain pun turut serta mengusir diplomat Rusia sehingga jumlah diplomat yang diusir sudah mencapai 115 orang.

Adapun negara-negara yang ikut dengan aksi pengusiran ini antara lain, Kanada (4 orang), Prancis (4 orang), Jerman (4 orang), Polandia (4 orang), Lituania (3 orang), Republik Ceko (3 orang), Belanda (2 orang), Italia (2 orang), Denmark (2 orang), Spanyol (2 diplomat), Albania (2 orang, Estonia (1 orang), Latvia (1 orang), Rumania (1 orang), Finlandia (1 orang), Kroasia (1 orang), Hongaria (1 orang), Swedia (1 orang), dan Norwegia (1 orang).

Menanggapi pengusiran ini, Kementerian Luar Negeri Rusia pun mengeluarkan pernyataan resmi yang isinya memprotes keputusan negara-negara Eropa.

"Pengusiran ini merupakan langkah provokatif dan Rusia akan mengambil tindakan untuk menanggapi hal ini," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari laman ABC News, Selasa (27/3).

Meski demikian, dalam pernyataan tersebut tidak disebutkan bagaimana tindakan konkret Rusia dalam menanggapi pengusiran ini. Namun sejak Inggris mengusir diplomatnya, Rusia pun melakukan pengusiran terhadap 23 diplomat Inggris dari negaranya.

Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula saat mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya diracuni zat kimia berbahaya di Inggris. Akibat peracunan itu, keduanya dalam kondisi kritis.

Sebelum diracuni, Skripal dipecat oleh pihak Rusia karena diketahui telah berkhianat. Rusia dituding sebagai dalang dari tragedi ini.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP