Momen saat menara TV yang berdiri setinggi 220 meter dihancurkan di Yekaterinburg, Rusia (24/3). Menara yang berdiri menjulang di tengah Kota Yekaterinburg itu merupakan peninggalan Uni Soviet.
Rusia
Momen saat menara TV yang berdiri setinggi 220 meter dihancurkan di Yekaterinburg, Rusia (24/3). Menara yang berdiri menjulang di tengah Kota Yekaterinburg itu merupakan peninggalan Uni Soviet.
Pada mulanya menara TV yang mulai dibangun pada tahun 1983 itu rencananya akan mencapai ketinggian 360 meter. Namun akibat runtuhnya Uni Soviet pembangunannya tertunda hanya setinggi 220 meter.
Saat ini menara tersebut dihancurkan untuk kepentingan keamanan menjelang Piala Dunia 2018 di Rusia.
Sebelumnya menara tersebut sering digunakan para pelompat BASE dan pendaki ilegal sebagai tempat menguji adrenalin, namun pada akhirnya tempat itu ditutup karena banyak terjadi kasus kecelakaan fatal.
Korea Selatan memperkirakan bahwa sekitar 15.000 tentara Korea Utara telah dikirim oleh Kim Jong Un untuk memberikan bantuan kepada Rusia di wilayah Kursk.
Baca Selengkapnya
Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung selama sebulan ini diprediksi akan diwarnai oleh perdebatan sengit di antara negara-negara peserta.
Baca SelengkapnyaAgresi AS dan Israel terhadap Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair.
Baca SelengkapnyaDelapan personel Basarnas dikerahkan untuk mengevakuasi dua warga Rusia itu.
Baca SelengkapnyaPengecualian sanksi terhadap minyak dari Rusia dan Iran tidak akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara tersebut.
Baca Selengkapnya
Mereka tidak diberi makanan dan air selama penahanan. Selain itu, ponsel mereka disita dan diperiksa oleh Dinas Keamanan Federal Rusia.
Baca SelengkapnyaPemerintah Indonesia menjajaki kerja sama antariksa dengan Rusia, termasuk rencana mengirim WNI terbaik mengikuti program pelatihan kosmonot.
Baca SelengkapnyaChina sedang mempertimbangkan untuk memasok sistem radar canggih ke Iran.
Baca Selengkapnya
Politik Luar Negeri Bebas-Aktif Indonesia memungkinkan kerja sama intensif dengan banyak negara. Ini terbukti dari kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis, serta Menhan ke AS secara simultan.
Baca SelengkapnyaBahlil menekankan pentingnya kerja sama energi tersebut. Terlebih, kondisi dunia penuh ketidakpastiaan karena eskalasi konflik yang meningkat di Timur Tengah.
Baca Selengkapnya
Undangan ini merupakan langkah untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Baca SelengkapnyaPrabowo mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir ia telah bertemu dengan banyak delegasi serta perwakilan pemerintah dan perusahaan Rusia.
Baca Selengkapnya