Kota kuno terkubur dekat Angkor Wat ditemukan arkeolog
Komplek pemukiman hindu kuno itu terkubur di bawah hutan kawasan Preah Khan hingga Kompong Svay Kamboja
Tim peneliti menemukan sebuah komplek bangunan, yang disinyalir merupakan suatu kota kuno, terkubur di dekat Candi Angkor Wat, Kamboja. Temuan tersebut membuktikan hipotesis selama ini bahwa Angkor Wat dibangun oleh peradaban besar yang lokasinya berdekatan.
Para arkeolog sebetulnya sudah menemukan tanda-tanda keberadaan kota kuno dekat kawasan candi hindu terbesar sedunia itu. Dasarnya adalah penemuan Mahendraparvata, candi kuno di pegunungan Phnom Kulen yang memberi indikasi keberadaan pemukiman pada masa lalu di dekatnya.
Rupanya ukuran bangunan kuno ini lebih besar dari perkiraan awal. Komplek perkotaan ini terkubur di bawah hutan, membentang dari kawasan Preah Khan hingga Kompong Svay.
Channel News Asia melaporkan, Minggu (12/6), Ketua Tim Peneliti, Damian Evans, akan mempresentasikan temuan mereka dalam Seminar Royal Geographic Society di Ibu Kota London pekan depan.
"Yang kami temukan skalanya lebih besar. Pada 2012, peneliti baru mencapai Mahendraparvata yang merupakan pelataran kota kuno itu," kata Evans.
Peneliti mengklaim ukuran kota kuno yang belum ditemukan namanya ini sangat besar. Setidaknya setara dengan Ibu Kota Kamboja modern yang berukuran 678,5 kilometer persegi.
"Ukuran komplek pemukiman kuno ini sangat besar, sekelas Phnom Penh," kata Evans.
Komplek candi Hindu Angkor Wat adalah bangunan bersejarah yang dilindungi langsung oleh UNESCO. Peminat sejarah menjulukinya keajaiban dunia dari masa kuno, seperti Candi Borobudur di Indonesia yang bercorak Buddhis.
Komplek Angkor Wat diperkirakan mulai dibangun pertengahan 1100 masehi oleh Raja Suryawarman, penguasa wangsa Khmer. Sang raja berdasarkan prasasti, merupakan penguasa berpengaruh di Asia Tenggara pada masanya.
Baca juga:
Jenis fosil manusia purba tertua di NTT masih diteliti
Fosil manusia purba tertua di NTT ditemukan
Mencari sisa-sisa Gulungan Laut Mati berusia lebih dari 2.000 tahun
Ternyata lukisan tertua di muka bumi tersembunyi di Sulawesi
Arkeolog klaim temukan makam ilmuwan legendaris Aristoteles