Ketahuan bohong, produk Ivanka Trump ramai-ramai diboikot warga AS
Ketahuan bohong, produk Ivanka Trump ramai-ramai diboikot warga AS. Sebuah situs jual beli Bed Bath & Beyond tampaknya ogah menjual barang dagangan Ivanka Trump. Meski demikian, mereka tidak mau mengakui hal itu. Walau membantah, namun produk milik putri sang presiden tidak ada di situs mereka.
Terbongkar bahwa Ivanka membeli barang dari China, padahal sang ayah sendiri melarang penggunaan produk Negeri Tirai Bambu di negaranya. Alhasil, kejadian itu mendorong protes bertajuk #GrabYourWallet ini terjadi karena pemberitaan beberapa media yang melakukan penelusuran barang jualan Ivanka Trump.
Protes itu nampaknya diikuti sebuah situs jual beli Bed Bath & Beyond tampaknya ogah menjual barang dagangan Ivanka. Meski demikian, mereka tidak mau mengakui hal hilangnya produk milik putri tertua sang presiden.
Bed Bath & Beyond mengatakan masih menjual barang punya Ivanka, namun di situsnya sendiri tidak menampilkan barang-barang Trump tersebut.
Namun, sejak semakin maraknya gerakan boikot terhadap keluarga presiden Amerika Serikat itu dengan tajuk #GrabYourWallet, Bed Bath & Beyond mulai terbuka. Salah satu perwakilan pelanggan menyampaikan kepada pembeli lewat surat elektronik mengatakan sudah tidak lagi memakai produk milik Ivanka Trump.
"Saat ini, kami tidak lagi membawa barang Trump ke dalam situs kami," demikian tertulis di surel mereka, seperti dikutip Independent, Minggu (2/4).
Meski demikian, juru bicara situs tersebut menyebutkan kalau mereka tidak membuat keputusan berdasarkan dukungan politik. "Kami minta maaf atas pernyataan yang kami lontarkan beberapa saat lalu. Kami tidak membuat keputusan penjualan barang berdasarkan keyakinan politik siapa pun," ujar Shannon Coulter.
Dia menambahkan, masih ada beberapa produk milik Ivanka terjual di situs mereka. Namun, dari penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan satu pun produk milik putri sulung Donald Trump tersebut.
Dalam pidato pelantikan Donald Trump 20 Januari lalu, dia berulang kali mengatakan untuk membeli produk asli AS. Namun, penelusuran menyebutkan, putri sulungnya malah membeli 50 ton baju dari China.
Pengiriman baju ini sudah terjadi 82 kali, dimulai sejak 8 November 2016 hingga 26 Februari lalu, di mana sang ayah sudah terpilih sebagai presiden AS. Dia kemudian mengirimkan barang dari China, termasuk 53,5 ton pakaian lewat pelabuhan AS.
Mengetahui hal ini, banyak warga AS merasa dirugikan. Mereka kemudian memulai protes untuk tidak membeli barang dagangan Ivanka yang nilai jualnya sangat fantastis.
Baca juga:
Presiden Mesir bertemu Trump bahas bantuan dana militer
Ketika pencipta Harry Potter sebut Trump tak layak jadi Slytherin
Wakili ayahnya, Ivanka Trump hadiri KTT perempuan di Berlin
Lawan kebijakan Trump, Iran jatuhi sanksi 15 perusahaan asal AS
Ketika payudara penerjemah buyarkan konsentrasi Trump