Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketika pencipta Harry Potter sebut Trump tak layak jadi Slytherin

Ketika pencipta Harry Potter sebut Trump tak layak jadi Slytherin Donald Trump. ©businessinsider

Merdeka.com - Sejak Donald Trump menduduki kursi kepresidenan Amerika Serikat (AS) dan menerbitkan sejumlah aturan kontroversial, banyak orang di dunia menyamakannya sikapnya tersebut dengan tokoh-tokoh jahat dalam cerita fiksi, tidak terkecuali para penggemar Harry Potter.

Kebencian Trump terhadap penduduk migran membuat beberapa orang menyamakannya dengan Lord Voldemort yang membenci muggle, atau orang-orang yang tidak memiliki kemampuan sihir. Ada pula yang menyebutnya sebagai alumni Slytherin, satu dari empat asrama di Hogwards.

Dilansir the Independent, Selasa (28/3), penyamaan itu menarik perhatian sang pencipta Harry Potter, JK Rowling. Apalagi ketika salah satu penggemarnya mencuitkan kebenciannya di media sosial.

"Alumni Slytherin sudah terlalu jauh! POTONG bagian-bagian Jared Kushner, Eric Trump, Donald Trump Jr," tulisnya.

Meski tak menyebut sang penciptanya secara langsung, ternyata cuitan itu diketahui langsung oleh Rowling, dia tidak sungkan menjawabnya.

"Kamu akan mendapatkan surat sebelum menaruh topi itu di kepalamu, Oliver."

Independent mengasumsikannya Rowling menyebut Trump tidak akan pernah diterima di Sekolah Sihir Hogwarts, dan bahkan tidak terbuka sekalipun untuk menerima sihir.

Rowling sebelumnya juga menyebut Voldemort 'sangat dekat dengan kejahatan' seperti Trump, dan juga mengarahkannya kepada Wakil Presiden Mike Pence.

Kebijakan Trump yang ingin mengusir para imigran dan melarang masuknya warga dari enam negara mayoritas Muslim menuai kecaman dari seluruh dunia. Bahkan rakyat AS juga ikut menentang perintah eksekutif sang presiden yang dianggap tidak berperi kemanusiaan.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP