Keriangan Anggota Taliban Menaiki Sejumlah Atraksi di Taman Bermain di Kabul
Sejumlah anggota Taliban, berusia antara 18 hingga 52 tahun – sedang bersantai di sebuah taman hiburan kecil di sebelah Waduk Qarghah di pinggiran ibu kota Afghanistan, tempat keluarga dan anak-anak biasanya menaiki Ferris Wheel dan komidi putar.
“Ini Afghanistan!” teriak seorang pejuang Taliban di atas sebuah kapal pembajak di taman bermain di barat Kabul, saat rekan-rekannya yang bersenjata terkekeh dan berteriak di atas atraksi yang reyot itu.
Dengan senapan serbu AK-47 dan M4 terikat di dada mereka, para tentara tersebut berpegangan di pagar besi warna warni saat mereka terombang ambing ke depan dan belakang, syal dan penutup kepala mereka melambai-lambai tersapu angin.
Kelompok tersebut – berusia antara 18 hingga 52 tahun – sedang bersantai di sebuah taman hiburan kecil di sebelah Waduk Qarghah di pinggiran ibu kota Afghanistan, tempat keluarga dan anak-anak biasanya menaiki Ferris Wheel dan komidi putar.
Para pejuang Taliban berada dalam suasana hati yang menyenangkan di ibu kota yang mereka rebut pada pertengahan Agustus lalu.
Sejak Taliban kembali berkuasa, warga Afghanistan takut kelompok ini akan kembali menerapkan aturan keras seperti saat mereka berkuasa pada 1996-2001. Saat itu, Taliban melarang musik, fotografi, televisi dan bahkan permainan anak-anak seperti main layang-layang.
Setelah perjalanan menggunakan kapal pembajak selama tiga menit selesai, para pejuang itu bertepuk tangan, menyeringai, dan cekikikan.
Di tepi waduk yang indah, anggota Taliban lainnya melompat ke sepeda kayuh yang biasa ada di kolam berbentuk angsa saat matahari mulai terbenam di balik perbukitan di kejauhan.
Masih mengayunkan senjata mereka, mereka berangkat berpasangan melintasi air dengan sepeda kayuh berwarna merah muda, biru, hijau, kuning dan biru, tertawa saat kapal-kapal itu saling bertabrakan.
Mengenakan seragam militer yang disamarkan dan pakaian tradisional Afghanistan, mereka berpose dengan senapan serbu mereka saat teman-teman mengambil gambar di pantai berkerikil.
Di dekatnya, beberapa anggota Taliban yang lebih senior mengambil kesempatan untuk salat, meletakkan syal mereka di antara dua perahu di dermaga.
Baca juga:
Jenderal AS: ISIS & Al-Qaidah Bisa Bangkit Lagi di Afghanistan dalam Waktu 6-36 Bulan
Taliban Peringatkan AS Berhenti Terbangkan Drone di Wilayah Udara Afghanistan
Kepala BNPT Antisipasi Dampak Kemenangan Taliban Terhadap Munculnya Radikalisme
Jenderal AS Akui Amerika Gagal di Afghanistan
Saat Pejuang Taliban Asyik Naik Perahu Bebek di Danau Qargha