Taliban Peringatkan AS Berhenti Terbangkan Drone di Wilayah Udara Afghanistan
Merdeka.com - Pada Rabu, Taliban memperingatkan akibatnya bagi Amerika Serikat jika tidak berhenti menerbangkan drone di wilayah udara Afghanistan.
“AS telah melanggar seluruh hak dan hukum internasional termasuk komitmen yang dijanjikan kepada Taliban di Doha, Qatar, terkait operasi drone-drone ini di Afghanistan,” jelas Taliban dalam sebuah pernyataan di Twitter, dikutip dari Reuters, Kamis (30/9).
“Kami menyerukan semua negara, khususnya AS, untuk memperlakukan Afghanistan sesuai dengan hak-hak, hukum, dan komitmen internasional untuk mencegah konsekuensi negatif.”
Pejabat AS belum bisa dihubungi untuk diminta komentarnya terkait hal ini.
Milisi Taliban kembali berkuasa di Afghanistan bulan lalu setelah sebagian besar pasukan AS dan negara Barat lainnya meninggalkan negara tersebut, mengakhiri misi militer dan diplomatik yang dimulai setelah serangan 11 September 2001 di AS.
Para pemimpin Taliban membantah militan ISIS dan Al-Qaidah aktif di negara tersebut, walaupun ISIS baru-baru ini mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di kota Jalalabad.
Taliban berada di bawah tekanan internasional untuk memutuskan hubungan dengan Al-Qaidah, kelompok yang bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001 di New York dan Washington.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya