Kemlu selidiki informasi polisi Jambi gabung ISIS
KBRI Damaskus diminta melacak adanya WNI yang masuk dari Turki sejak Maret lalu.
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencoba mencari tahu kebenaran Brigadir Syahputra, anggota Polres Batang Hari, Jambi yang ikut jadi militan kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, melalui sambungan telepon kepada merdeka.com mengatakan sedang melakukan cek ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus.
"Kita lagi nyari. Kita cek dulu kebenarannya ke KBRI di Damaskus," ujarnya saat dihubungi, Selasa (30/6).
Arrmanatha juga mengatakan pihaknya belum menggelar komunikasi khusus dengan Polri untuk melacak personil polisi yang desersi itu.
Brigadir Syahputra tercatat sempat izin membuat paspor pada 17 Februari lalu. Sejak 19 Maret pria ini tidak lagi masuk dinas.
Dari sang istri, Helby Sagita, suaminya tersebut sempat memberitahu berada di Turki. Namun, hingga kini pria tersebut tidak dapat dihubungi.
Berdasarkan kabar media propaganda ISIS, Syahputra tewas akibat serangan bom yang digeber jet tempur Amerika Serikat di kawasan Tal Tamer, al-Barakah, Suriah, akhir pekan lalu. Jika informasi ini akurat, momen tewasnya Syahputra bersamaan dengan serangan jet tempur AS di empat bangunan milik militan khilafah.
Oleh media propaganda ISIS, Syahputra disebut militan yang bersemangat, walau belum lama bergabung dengan Khilafah Islamiyah gaya baru itu. Namanya di Suriah berganti menjadi Abu Azzayn al Indunisiy.
"Perjalanan hijrah dan jihadnya bisa dibilang teramat singkat, akan tetapi beginilah Allah azza wa jalla memilih diantara Mujahidin," tulis media propaganda tersebut.
Baca juga:
Personel Polri asal Jambi disebut gabung ISIS, tewas kena bom AS
Pemerintah cari kebenaran jihadis WNI dieksekusi ISIS karena AIDS
Bertemu ormas Islam, Jokowi janji evakuasi 514 WNI di Suriah
Cerita 10 WNI ditahan polisi Turki akibat dituduh terlibat ISIS
Horor teror ISIS di Tunisia, pelaku sempat ajak korban bercanda
Pemerintah RI kecam teror ISIS di tiga negara, tewaskan 51 orang