Pemerintah cari kebenaran jihadis WNI dieksekusi ISIS karena AIDS
Merdeka.com - Berita mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang dieksekusi mati ISIS lantaran menyebarkan virus AIDS masih dicari kebenarannya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan telah meminta verifikasi konkret dari penulis pertama, yakni wartawan Daily Mail.
Menurut Tata, sapaan akrabnya, si penulis tidak bisa melakukan klarifikasi kebenaran berita yang dibuatnya. Si penulis mengatakan, dia mendapat berita tersebut dari kelompok aktivis lokal.
"Berita itu tidak bisa diverifikasi, aktivis tersebut tidak bisa memverifikasi identitas WNI dan kapan waktu eksekusi terjadi" ujarnya saat jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Kamis (25/6).
Sebelumnya diberitakan oleh the Daily Mail, WNI yang dituding menyebarkan virus AIDS itu dieksekusi di Shaddadi, selatan Provisi Hasaka, Suriah, pekan lalu.
Selain lewat penulis awal berita tersebut, Kemenlu pun mencoba melakukan verifikasi lewat KBRI di Damaskus, Ankara, dan Istanbul.
"Kapan, di mana, tidak ada detail. Kami belum bisa verifikasi pembenaran berita tersebut," lanjutnya.
Lepas dari akurasinya, pemerintah mengakui cukup banyak WNI pergi ke Suriah atau Irak untuk bergabung dengan ISIS. Dari perhitungan kasar BNPT, ada 500-an warga Indonesia memilih jadi jihadis khilafah.
Informasi ini didapatkan jurnalis barat yang memiliki kontak dengan kelompok aktivis lokal, Sound And Picture. Para informan di kawasan konflik itu memastikan militan asal Indonesia ini sejak lama menyadari dirinya terjangkit virus mematikan tersebut, sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan ISIS. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya