Horor teror ISIS di Tunisia, pelaku sempat ajak korban bercanda
Merdeka.com - Pelaku penyerangan pantai El Kantaoui, Kota Sousse, Tunisia, akhir pekan lalu, dilaporkan beraksi dengan darah dingin. Saksi mata menyatakan pria bernama Seifeddine Rezgui itu secara terencana memilih korban yang diincar.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Minggu (28/6), Seifeddine berjalan tenang menenteng AK-47 di pasir pantai El Kantaoui. Ketika beberapa turis terkejut dan bersiap lari melihat pria bersenjata, anggota militan Tunisia ini meminta mereka pergi dari lokasi.
Dia pun tertawa dan sempat bercanda dengan beberapa orang di pantai. "Dia tertawa dan melontarkan guyon seperti orang normal," kata seorang turis asing yang selamat.
Berita menarik lainnya:Ini isi hinaan menteri ke Jokowi versi Akbar FaizalTak lagi syuting, untuk makan saja Om Jin 'Jin dan Jun' kesulitan Jangan sepelekan sakit kepala!
Secara khusus, Seifeddine cuma menyasar turis asal Eropa. Dia menanyakan kewarganegaraan setiap orang yang dia temui di pantai.
"Dia terutama mencari turis asal Inggris dan Prancis," ungkap saksi mata lainnya yang masih terguncang sampai sekarang.

Aksi militan yang terafiliasi dengan ISIS itu menewaskan 39 orang. Nyaris 40 turis lainnya cedera serius. Aksi keji Seifeddine memakan korban 15 warga negara Inggris, sisanya asal Belgia, Irlandia, Jerman, dan beberapa turis domestik Tunisia.
Seifeddine ditembak mati oleh polisi antiteror Tunisia beberapa menit setelah serangan tersebut. ISIS mengaku bertanggung jawab penuh atas teror di resor wisata ini. Berbeda dari laporan polisi, mereka menyebut pelaku bernama Abu Yahya al-Qayrawani.
Dilaporkan satu orang yang membantu pelaku juga dicokok, namun informasi ini belum terkonfirmasi. Akibat serangan di pantai tersebut, ribuan turis asal Eropa yang sedang di Tunisia segera pulang ke negaranya masing-masing.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya