Kelakuan Pria di Prancis, Ngaku Tunawisma Ternyata Punya Ferrari dan Ugal-ugalan di Jalan
Kronologi penangkapan tunawisma yang memiliki Ferrari dimulai ketika pihak kepolisian menerima laporan tentang kendaraan mewah yang diparkir di area publik.
Di wilayah Vaucluse, Prancis, polisi lalu lintas terkejut saat menghentikan sebuah Ferrari Portofino berwarna merah yang melaju dengan kecepatan hampir 250 kilometer per jam. Yang lebih mengejutkan adalah pengemudi mobil sport yang bernilai sekitar 200.000 euro itu mengaku tidak memiliki pekerjaan, aset, atau penghasilan tetap.
Saat diperiksa, pria yang tampak rapi ini menyatakan bahwa dia adalah seorang tunawisma yang hidup tanpa pendapatan. Namun, pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat mengungkapkan fakta yang berbeda: pria tersebut ternyata telah menerima tunjangan kesejahteraan sosial selama bertahun-tahun, seperti yang dilaporkan oleh laman Oddity Central pada Senin (16/2).
Ketika ditanya mengenai kepemilikan mobil mewah tersebut, dia mengklaim bahwa kendaraan itu milik ibunya. Namun, dokumen registrasi menunjukkan bahwa Ferrari itu terdaftar atas nama sebuah perusahaan properti yang dikelola bersama oleh tersangka, ibunya, dan dua saudara kandungnya. Penemuan ini memicu penyelidikan yang lebih luas.
Otoritas mencurigai bahwa keluarga ini menjalankan skema terorganisir untuk menghindari pajak dan menyedot dana bantuan sosial negara dengan tidak melaporkan pendapatan yang sebenarnya. Penyelidik menemukan tanda-tanda gaya hidup mewah yang dijalani oleh keluarga tersebut, mulai dari pembelian barang-barang premium hingga perjalanan ke destinasi eksklusif.
Secara administratif, mereka terdaftar sebagai pengangguran dan tidak mampu membayar utang, sehingga berhak menerima bantuan dari Caisse d'Allocations Familiales (CAF), lembaga tunjangan keluarga di Prancis. Namun, menurut penyidik, keluarga tersebut memperoleh pendapatan signifikan dari bisnis real estat dan aktivitas lainnya yang tidak pernah dilaporkan kepada otoritas pajak.
Secara total, mereka diduga telah menggelapkan sedikitnya 1,8 juta euro dana tunjangan sosial dan menyembunyikan lebih dari 1,6 juta euro pendapatan yang tidak dilaporkan. Akhirnya, keluarga itu ditangkap setelah serangkaian penggerebekan di beberapa lokasi dan dijadwalkan untuk menjalani persidangan di pengadilan Draguignan dengan dakwaan termasuk pekerjaan tidak dilaporkan, pencucian uang dalam keadaan memberatkan, penyalahgunaan aset perusahaan, serta penipuan.