Jurnalis jadi sasaran kemarahan pengunjuk rasa di Ferguson
Mereka diserang secara fisik dan verbal.
Jalan Ferguson, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat kemarin pecah protes sebab pengadilan membebaskan polisi kulit putih penembak remaja kulit hitam tak bersenjata, Michael Brown. Pengadilan setempat memberikan Darren Wilson nafas bebas setelah dinyatakan tak bersalah dan hanya melakukan tugas saat peristiwa penembakan itu terjadi.
Surat kabar Russia Today melaporkan, Rabu (26/11), kemarin kerusuhan pecah seantero Amerika namun paling parah di Ferguson dengan mobil polisi terbakar, toko-toko dijarah, dan massa yang berani melawan petugas.
Massa yang marah tak hanya menyasar pada petugas namun juga jurnalis. Secara fisik dan verbal para pewarta tengah menyampaikan laporan mereka mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pengunjuk rasa yang marah sebab keputusan pengadilan tinggi yang membebaskan Wilson.
Salah satu terkena tindak kekerasan verbal yakni jurnalis stasiun televisi CNN. Dalam laporan langsung massa menyerang wartawan dan meneriaki mereka brengsek. Ada pula yang terkena lemparan batu. Tak terhitung jurnalis yang terkena gas air mata dan terhantam tubuh demonstran.
Warga mengaku kecewa mendengar keputusan pengadilan membebaskan Wilson. Menurut mereka ketidak adilan dan kesewenangan polisi ini bisa membuat Amerika di ambang perang saudara dan jurang antara kulit putih serta hitam kembali terbuka lebar.
Baca juga:
Ini pengakuan polisi penembak remaja kulit hitam di Amerika
Kemurkaan warga AS usai mendengar pembunuh remaja 18 tahun bebas
Unjuk rasa warga kulit hitam meluas di Amerika
Polisi diduga rasis diputus bebas, Kota Feguson AS kembali rusuh
Usai rusuh, polisi di Ferguson dipasangi kamera tubuh
Polisi Ferguson biarkan anjingnya kencing di tempat Brown tewas