Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai rusuh, polisi di Ferguson dipasangi kamera tubuh

Usai rusuh, polisi di Ferguson dipasangi kamera tubuh Kerusuhan di Jalan Ferguson Amerika Serikat. istimewa ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi di Kota Ferguson, Amerika Serikat, yang sebelumnya dilanda aksi protes setelah penembakan terhadap seorang remaja kulit hitam tidak bersenjata sekarang memakai kamera tubuh dalam upaya untuk menenangkan kemarahan warga lokal, kata satu laporan berita.

Lebih dari seribu demonstran pada Sabtu pekan lalu kembali menggelar aksi di Kota Ferguson, Negara Bagian Missouri, sehubungan dengan peristiwa pembunuhan Michael Brown (18 tahun) pada 9 Agustus di tangan seorang polisi kulit putih, seperti dilansir situs abc.net.au, Selasa (2/9).

Beberapa orang di pinggiran St Louis juga telah mengecam reaksi polisi terhadap aksi protes itu, yang berubah menjadi kekerasan pada beberapa kesempatan dan menuduh pihak berwenang melakukan penanganan keras yang tidak perlu.

Polisi Ferguson mulai memakai kamera pada Sabtu kemarin, menurut surat kabar St Louis Post-Dispatch, yang mengutip kepala polisi kota Tom Jackson. Dia mengatakan pasukannya, sebagian besar berkulit putih, memperoleh sumbangan sekitar 50 kamera tubuh dari dua perusahaan.

"Kami masih mencoba kamera-kamera itu," kata Jackson. Dia menjelaskan setiap petugas akan mendapatkan satu kamera.

"Kualitasnya baik," jelas dia.

Kritikus percaya polisi akan lebih bertanggung jawab jika mereka memakai kamera, yang juga dapat memungkinkan hakim serta juri untuk melihat langsung tindakan polisi dalam insiden yang menjadi sengketa.

Sebuah dewan juri akan memeriksa bukti untuk menentukan apakah polisi, Darren Wilson (28 tahun) menggunakan aksi kekerasan yang berlebihan dalam penembakan fatal terhadap Brown, yang ditembak setidaknya enam kali. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP