Jenderal Israel Akui Hamas Kalahkan Tentaranya di Gaza, Sebut Pukulan Telak Bagi Militer
Selama ini Israel selalu mengklaim sebagai "tentara terkuat" di Timur Tengah.
Pensiunan jenderal dan pakar militer Israel, Yitzhak Brik, mengakui gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengalahkan tentara penjajah Israel di Gaza. Padahal, kata dia, Israel menganggap dirinya sebagai "tentara terkuat" di Timur Tengah. Brik menganggap kekalahan itu sebagai "pukulan telak bagi pencegahan Israel".
Brik mengakui kekalahan tersebut dalam sebuah artikel yang diterbitkan surat kabar berbahasa Ibrani, Maariv, berjudul "Menuntun Israel Menuju Bunuh Diri Massal: IDF Terus Melawan Perang Masa Lalu", dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (10/6).
Brik mengatakan "kekalahan" itu akan mendorong "musuh" Israel untuk bersiap berperang melawannya, dan "semua ini karena kelompok yang telah kehilangan arah, rasionalitas, dan kebijaksanaannya" mengacu pada pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dianggap Brik bertanggung jawab atas kekalahan yang terjadi di Gaza.
Menurut mantan perwira senior korps lapis baja yang menjabat sebagai komandan perguruan tinggi militer dan kepala Komite Pengaduan Angkatan Darat ini, yang terpenting bagi pemerintahan Netanyahu adalah "kelangsungan hidup pribadi dan pemerintahan". Menurutnya, hal tersebut "menuntun rakyat Israel menuju bunuh diri massal."
Angkatan Darat Israel, jelas Brik, "membuat kesalahan strategis ketika berinvestasi besar-besaran pada angkatan udara, terutama dalam pembelian pesawat mahal, dengan dalih bahwa musuh terus mempersenjatai diri dengan rudal dan drone murah, yang tidak dapat ditanggapi oleh Israel."