Jenazah mantan Presiden Filipina dipindahkan ke taman makam pahlawan
Jenazah Ferdinand Marcos dipindahkan ke taman makam pahlawan. Jenazahnya diterbangkan dengan helikopter dari Kota Batac ke Manila.
Mantan diktator Filipina, Ferdinand Marcos dikebumikan di pemakaman pahlawan hari ini, Jumat (18/11), 27 tahun setelah kematiannya. Upacara pemakaman Marcos digelar sederhana dan hanya dihadiri oleh anggota keluarga dan tiga mantan presiden Filipina.
"Ini adalah upacara yang sangat sederhana dan tak memakan waktu lama," kata Kepala Kepolisian di Metropolitan Manilla, Oscar Albayalde, seperti dilansir dari laman Straits Times.
Sebagai seorang mantan prajurit, Marcos diberi penghormatan militer, termasuk 21 tembakan hormat. Tetapi ritual tersebut tidak dimaksudkan untuk penghormatan pahlawan nasional.
Sebelumnya, jenazah Marcos diterbangkan dengan helikopter dari kota asalnya Batac, Provinsi Ilocos Norte, ke Manila pukul 11.30 waktu setempat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan pemakaman.
Meski begitu, Presiden Rodrigo Duterte yang dijadwalkan melakukan kunjungan ke Lima, Peru, untuk KTT Apec, sudah tahu tentang rencana pemakaman.
Sementara itu, para demonstran yang menentang Marcos sudah berkumpul di jalan untuk memboikot pemakaman itu.
Baca juga:
Mayat dengan kepala terbungkus lakban bergelimpangan di Filipina
Demo kedubes AS, mahasiswa Filipina bakar foto Trump
Terjerat kasus narkoba, pejabat kepolisian Filipina ditembak di bui
AS blokir penjualan senjata ke Filipina, Duterte beralih ke Rusia
Isu penculikan WNA beredar, polisi Filipina perketat keamanan