Isu penculikan WNA beredar, polisi Filipina perketat keamanan
Merdeka.com - Pemerintah Filipina meningkatkan pengamanan di sekitar kawasan wisata Pulau Cebu. Hal ini dilakukan pemerintah menyusul adanya imbauan perjalanan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat pada warganya di Filipina.
Imbauan perjalanan itu dirilis usai laporan sejumlah media dari kepolisian yang menyebutkan enam pemberontak Abu Sayyaf terlacak sedang berada di Pulau Cebu. Meski demikian, tidak ada informasi spesifik yang disebutkan dalam imbauan perjalanan tersebut.
Juru Bicara Presiden Ernesto Abella berkata, otoritas Filipina berupaya mencari kebenaran kabar tersebut. Namun, pihak kepolisian diminta untuk terus meningkatkan pengamanan khususnya pada ruang publik dan di tempat warga yang banyak berkumpul.
"Komandan PNP (pasukan polisi khusus Filipina) telah melakukan berbagai langkah yang diperlukan untuk melindungi warga," ujar Abella seperti dikutip dari Manila Buletin, Jumat (4/11).
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, sudah mengerahkan pasukan di beberapa daerah di wilayah selatan Filipina untuk berantas Abu Sayyaf. Kelompok pemberontak ini memang sering menculik warga asing, salah satunya dari Indonesia.
Memang sebagian besar imbauan perjalanan ke Filipina diberlakukan karena ancaman penculikan dan pengeboman kelompok ekstremis. Sementara itu, untuk imbauan perjalanan ke Pulau Cebu sendiri sangat jarang terjadi. (mdk/che)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya