Jadwal Lengkap Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Dimulai Awal Juli Ini
Rangkaian upacara penghormatan terakhir ini akan digelar di beberapa kota suci Iran.
Panitia pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama anggota keluarganya telah mengumumkan jadwal lengkap rangkaian upacara penghormatan terakhir. Prosesi pemakaman Ali Khamenei ini dijadwalkan akan berlangsung mulai awal bulan Juli 2026, menarik perhatian publik internasional. Pengumuman ini disampaikan pada Sabtu (13/6), menandai dimulainya persiapan besar untuk acara kenegaraan tersebut.
Upacara penghormatan terakhir untuk masyarakat umum akan digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 4 dan 5 Juli di Masjid Besar Imam Khomeini, Teheran. Tanggal ini bertepatan dengan 13-14 Tir dalam kalender Persia, atau 19 dan 20 Muharram dalam kalender Hijriah, memberikan dimensi spiritual yang mendalam pada acara tersebut. Masyarakat Iran dan pengikut ajaran Islam di seluruh dunia diundang untuk hadir dalam kesempatan ini.
Selanjutnya, prosesi pemakaman Ali Khamenei akan berlanjut dengan acara utama di Teheran pada 6 Juli, diikuti oleh prosesi kedua di kota suci Qom pada 7 Juli. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada berbagai lapisan masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin mereka. Panitia berharap acara ini dapat berjalan dengan khidmat dan megah.
Rangkaian Upacara Penghormatan Terakhir Ali Khamenei
Pelaksanaan upacara penghormatan terakhir bagi mendiang Ayatollah Ali Khamenei akan dimulai di ibu kota Iran, Teheran. Masjid Besar Imam Khomeini akan menjadi pusat kegiatan pada 4 dan 5 Juli, di mana masyarakat umum dapat menyampaikan duka cita dan penghormatan. Momen ini diharapkan menjadi ajang persatuan dan refleksi bagi seluruh bangsa Iran.
Panitia "Peringatan Kenaikan Berdarah Imam Militan yang Syahid" secara resmi mengundang seluruh warga Iran, masyarakat dunia yang mencintai kebebasan, serta para pengikut ajaran Islam untuk berpartisipasi. Undangan ini juga ditujukan kepada semua pihak yang berminat untuk menghadiri rangkaian upacara tersebut. Ini menunjukkan skala acara yang bersifat global dan inklusif.
Setelah upacara di Teheran, prosesi pemakaman Ali Khamenei akan bergerak ke kota-kota suci lainnya. Prosesi utama dijadwalkan di Teheran pada 6 Juli, yang kemungkinan akan melibatkan arak-arakan jenazah. Kemudian, pada 7 Juli, prosesi serupa akan dilaksanakan di kota Qom, yang merupakan pusat keilmuan Syiah dan memiliki makna religius yang sangat penting.
Lokasi Pemakaman dan Makam Suci di Mashhad
Rangkaian terakhir dari upacara pemakaman Ali Khamenei akan berlangsung pada 9 Juli di kota suci Mashhad. Tanggal ini bertepatan dengan malam peringatan wafatnya Imam Sajjad (AS), yang juga dikenal sebagai Zayn al-Abidin. Imam Sajjad adalah imam keempat dalam tradisi Syiah dan merupakan cicit dari Nabi Muhammad SAW, menambah kekhusyukan acara.
Mendiang pemimpin tertinggi Iran tersebut akan dimakamkan di kompleks makam suci Imam Reza (AS) yang terletak di Mashhad. Imam Reza adalah imam kedelapan dalam tradisi Syiah, dan makamnya merupakan salah satu situs ziarah paling penting di dunia Islam. Pemilihan lokasi ini mencerminkan status spiritual dan keagamaan Ayatollah Ali Khamenei.
Panitia penyelenggara telah menyatakan apresiasi mereka kepada berbagai lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan institusi lainnya atas bantuan yang telah diberikan. Meskipun demikian, panitia menegaskan bahwa peran utama dalam penyelenggaraan acara tetap berada di tangan masyarakat yang terus berkabung dan berpartisipasi aktif.
Latar Belakang Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran
Panitia pemakaman juga menyampaikan bahwa rincian lebih lanjut mengenai acara akan diumumkan kemudian. Mereka berharap rangkaian upacara ini akan menjadi peristiwa yang megah dan istimewa, sesuai dengan kedudukan mendiang pemimpin. Doa-doa terus dipanjatkan agar seluruh acara berjalan lancar dan khidmat.
Menurut laporan setempat, Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa anggota keluarganya gugur dalam insiden tragis pada 28 Februari. Insiden ini disebut sebagai serangan teroris Amerika Serikat-Israel yang menargetkan kediamannya di Teheran. Serangan tersebut terjadi pada hari pertama agresi bersama Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, memicu duka mendalam di seluruh negeri.
Sumber: AntaraNews