Istri Anwar Ibrahim tolak permintaan Raja Malaysia jadi perdana menteri
Wan Azizah menolak tawaran itu karena kesepakatan di Pakatan adalah bahwa ketua koalisi Mahathir akan dijadikan perdana menteri, juga mengatakan dia belum siap untuk peran itu.
Wan Azizah yang tak lain merupakan istri Anwar Ibrahim menolak tawaran Raja Malaysia untuk menjadi perdana menteri. Hal ini karena dia memegang perjanjian kelompok Pakatan Harapan (PH) untuk memilih Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri.
Dikutip dari The Star, Kamis (17/5), mengatakan bahwa Yang di-Pertuan Agung Sultan Muhammad V ditunjuk sebagai Perdana Menteri karena memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu (GE14). Sebagai Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), raja menilai Wan Azizah berhak menduduki jabatan itu.
Namun, Wan Azizah menolak tawaran itu karena kesepakatan di Pakatan adalah bahwa ketua koalisi Mahathir akan dijadikan perdana menteri, juga mengatakan dia belum siap untuk peran itu.
Sebagai gantinya Wan Azizah mengatakan kepada Yang di-Pertuan Agung untuk segera membebaskan suaminya, Anwar Ibrahim.
"Raja mengatakan (saat itu) dia akan melakukannya secepat mungkin," kata Anwar dalam pidato pertamanya di Padang Timur usai mendapat pengampunan kerajaan.
Anwar Ibrahim, pemimpin PKR berusia 70 tahun telah keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras pukul 11.30 pagi pada hari Rabu (16/5) dan langsung menuju Istana Negara untuk bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong, yang memberikan pengampunan penuh dan membebaskannya dari kasus sodomi. Anwar awalnya dijadwalkan akan dibebaskan pada 8 Juni.
Dalam sambutannya, Anwar juga mengucapkan terima kasih kepada Mahathir untuk mempercepat proses pengampunannya.
Baca juga:
Anwar Ibrahim akhirnya dibebaskan
Pengadilan minta TV3 bayar Rp 3,9 miliar kepada Anwar Ibrahim karena kasus fitnah
Anwar Ibrahim akan dibebaskan dari penjara Selasa pekan depan
Mahathir klaim Raja Malaysia setuju ampuni Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim dan Mahathir bikin koalisi baru oposisi Malaysia
Mahathir Mohammad dan Anwar Ibrahim akhirnya 'berdamai'