Israel larang 83 ribu warga Palestina ke wilayahnya selama Ramadan
Tak dikeluarkannya izin melintas rute Judea-Samaria ini imbas dari insiden penembakan Tel Aviv oleh militan
Sebanyak 83 ribu orang Palestina tak memperoleh izin melintas dari wilayahnya menuju Tepi Barat selama Ramadan. Hal ini dipicu insiden dua orang orang Palestina menembak mati empat warga sipil Israel di pasar makanan Sarona di Tel Aviv kemarin.
"Seluruh izin selama Ramadan, terutama bagi kunjungan keluarga dari Judea dan Samaria (Tepi Barat) ke Israel dibekukan," tulis pernyataan COGAT, badan milter Israel bidang pergerakan teritori Palestina, seperti dikutip the Independent, Kamis (9/6).
Dari 83 ribu warga Palestina yang dilarang masuk ke Israel, 204 di antaranya diketahui masih memiliki hubungan saudara dengan tersangka penembakan di Tel Aviv. Selain mereka, ratusan orang dari Jalur Gaza yang memiliki izin untuk mengunjungi saudaranya di Israel selama Ramadan juga terkena dampak pelarangan ini.
Parahnya, aturan ini juga berlaku bagi orang Palestina untuk menggunakan bandara internasional Ben Gurion di Tel Aviv. Mereka dipaksa untuk meninggalkan kota lewan Yordania atau Mesir.
Terkait serangan di Tel Aviv, pernyataan terbaru kepolisian menyebut dua pelaku teror ini adalah saudara sepupu. Rumah mereka di desa Yatta, Tepi Barat, Palestina sudah diamankan militer Israel.
Perdana Menteri benjamin Netanyahu diberitakan telah mendatangi lokasi kejadian. Menurutnya serangan yang terjadi adalah sebuah "kejahatan buas dari pembunuhan dan tindak terorisme".
Baca juga:
Militan Palestina tembak mati 4 warga Yahudi di Kafe Tel Aviv
Militan bunuh empat warga Israel, publik Palestina bersukaria
Menlu: Solusi dua negara harga mati perdamaian Palestina-Israel
RI minta Israel setop bangun pemukiman ilegal di tanah Palestina
Muhammad Ali dukung kemerdekaan Palestina dan benci Zionis
Di Ibu Kota Israel 200 ribu pendukung LGBT gelar pesta jalanan