Militan bunuh empat warga Israel, publik Palestina bersukaria
Merdeka.com - Juru Bicara Polisi Israel Micky Risenfeld menuding warga Palestina diketahui merayakan keberhasilan militan asal Tepi Barat membunuh empat orang warga sipil Negeri Bintang Daud tersebut. Insiden penembakan terjadi di pusat perbelanjaan Sarona, Kota Tel Aviv, tadi malam.
"Sesuai pantauan kami dalam dua jam terakhir, secara mengejutkan di daerah Tepi Barat, kami melihat warga Palestina bersuka cita rayakan serangan ini. Sebaliknya di Israel, kami berduka karena meninggalnya warga kami," katanya, dikutip dari laman Fox Insider, Kamis (9/6).
Serangan teror di Sarona menyisakan enam korban luka, tiga di antaranya masih dalam kondisi kritis. Para korban telah dilarikan ke RS Ichilov.
Dua orang pelaku teror asal Palestina ini diketahui berasal dari Yatta, sebuah desa Palestina dekat kota Hebron, Tepi Barat. Kedua pelaku sudah ditahan. Satu di antaranya tengah masuk di ruang operasi, karena terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas.
Perdana Menteri benjamin Netanyahu diberitakan telah mendatangi lokasi kejadian. Menurutnya serangan yang terjadi adalah sebuah "kejahatan buas dari pembunuhan dan tindak terorisme".
"Kita akan mengambil langkah serius untuk melawan penyerang tersebut dan mempertahankan apa yang seharusnya kita pertahankan," ujar PM Netanyahu.
Hingga saat ini belum ada klaim siapa pihak bertanggung jawab. Nama dari pelaku juga belum segera dibeberkan polisi Israel.
Serangan di Tel Aviv ini merusak situasi lima bulan terakhir yang relatif lebih tenang antar kedua negara. Tahun lalu belasan kali militan asal Palestina menyerang aparat Negeri Zionis dengan cara menusuk mereka. Imbasnya, Israel memperketat akses masuk ke Tepi Barat, Yerusalem, dan Jalur Gaza. Banyak juga warga Palestina yang kemudian ditembak mati oleh militer Israel karena dicurigai hendak melakukan aksi penusukan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya