Iran Retas CCTV di Seluruh Israel Untuk Tingkatkan Akurasi Serangan Rudalnya
Kemampuan pertahanan udara Israel mencegat rudal Iran juga turun sampai 25 persen.
Cara Iran meningkatkan akurasi rudalnya saat menyerang Israel terungkap. Iran telah meretas CCTV pribadi di seluruh Israel untuk mengumpulkan informasi intelijen dan meningkatkan akurasi serangan rudalnya ke wilayah Palestina yang diduduki tersebut.
Ahli kemanan siber Israel yang dikutip Bloomberg pada Jumat (20/6) mengonfirmasi Iran menggunakan espionase siber.
"Kita tahu dalam dua atau tiga pekan terakhir, Iran telah berusaha terhubung ke kamera untuk memahami apa yang terjadi dan di mana serangan rudal mereka untuk meningkatkan presisinya," jelas mantan wakil Dirjen Direktorat Siber Nasional Israel (INCD), Refael Franco, dikutip dari The Cradle, Sabtu (21/6).
Juru bicara INCD menambahkan, hal ini telah dilakukan selama perang dan diperbarui lagi saat ini.
Pejabat INCD lainnya, Gaby Portnoy, mengatakan peretasan CCTV atau kamera keamanan ini juga dilakukan Hamas saat Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 dan menambahkan operasi siber ini berlangsung selama bertahun-tahun.
Awal pekan ini, mantan pejabat keamanan siber Israel juga memperingatkan warga Israel melalui siaran radio untuk mematikan CCTV atau mengubah passwordnya.
Ketika Iran menyerang Israel sejak Jumat (13/6), akurasi serangan rudalnya semakin meningkat. Salah satu rudal Iran menghantam daerah Beersheba pada Jumat pagi dan pertahanan udara Israel tak bisa mencegatnya. Pada Kamis (19/6), rudal Iran menghantam pusat komando militer Israel yang berdekatan dengan rumah sakit di mana tentara pelaku genosida di Gaza dirawat. Rudal Iran juga menghancurkan gedung bursa efek Tel Aviv.
Israel melarang media asing menayangkan dampak rudal Iran. Pada 19 Juni, seorang pejabat Israel yang dikutip NBC News mengatakan, kemampuan pertahanan udara mereka mencegat rudal Iran turun 25 persen dalam jangka waktu dua hari.