Iran ingin gandeng Indonesia perangi terorisme dan berita hoax
Iran ingin gandeng Indonesia perangi terorisme dan berita hoax. Semakin maraknya aksi terorisme yang terjadi di seluruh belahan dunia membuat negara-negara harus ikut waspada. Terlebih untuk negara Timur Tengah yang menjadi titik awal di mana kelompok radikal berkembang, salah satunya Iran.
Semakin maraknya aksi terorisme yang terjadi di seluruh belahan dunia membuat negara-negara harus ikut waspada. Terlebih untuk negara Timur Tengah yang menjadi titik awal di mana kelompok radikal berkembang, salah satunya Iran.
"Negara kami terletak pada titik di mana begitu banyak kegiatan radikal dan terorisme yang telah terjadi. Oleh karena itu, kami harus mengambil tindakan untuk memerangi terorisme," kata Atase Militer Iran, Kolonel Shahriar Dasin, saat ditemui pada acara Hari Peringatan Angkatan Bersenjata Iran di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (17/4).
Salah satu upaya yang dilakukan Iran adalah mengajak negara-negara untuk bergabung bersama memerangi terorisme. Oleh karena itu, Iran ingin memperluas hubungan dengan Indonesia di bidang keamanan dan pertahanan.
Apalagi hubungan kerja sama politik dan perekonomian antara kedua negara berjalan cukup baik selama ini.
"Indonesia merupakan salah satu negara sahabat bagi kami dan kami sangat berkeinginan untuk memperluas hubungan khususnya di sektor pertahanan dan keamanan. Sebab ancaman yang dihadapi oleh kedua negara merupakan ancaman yang sama," jelas Dasin.
Dasin yakin dengan pengalaman Iran selama ini, kerja sama keamanan dan pertahanan Indonesia dan negaranya akan berjalan dengan baik.
"Di bidang keamanan kami memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup baik, sedangkan di bidang pertahanan kami juga telah mengalami dan melewati perang selama 8 tahun yang dipaksakan kepada negara kami. Hasil dari semua itu adalah pengalaman dan pengetahuan yang sangat kaya dan sangat berharga. Kami siap membagikannya dengan pihak Indonesia," ungkapnya.
Adapun kerja sama di bidang keamanan yang ingin dikembangkan oleh Iran dengan Indonesia saat ini yakni di bidang keamanan siber.
"Karena memberikan kontrol dan perlawanan kepada teroris dan kelompok radikal bukan hanya di lapangan tetapi juga di dunia maya. Maka dari itu, kami ingin mengembangkan kerja sama di lingkungan siber," ujarnya.
Baca juga:
Ahmadinejad maju lagi jadi capres Iran
Rusia ancam kerahkan kekuatan penuh jika AS berani serang Suriah
Iran disanksi AS, Pertamina pikir ulang soal kerja sama perminyakan
Hasil uji coba minyak Iran di Kilang Cilacap keluar minggu depan
Kebolehan pesepakbola berhijab di kualifikasi Piala Asia 2018
Dasin menjelaskan meski belum dibentuk MoU dan langkah konkret terkait kerja sama tersebut, namun pihaknya dan Indonesia sendiri saat ini telah melakukan beberapa penjajakan mengenai kerja sama ini.