Iran gertak AS, siap genjot pengayaan uranium dalam 5 hari
Kepala Badan Atom Republik Islam Iran, Ali Akbar Salehi, mengatakan mereka cuma butuh waktu lima hari buat pengayaan uranium hingga mencapai 20 persen. Jika pada sampai tingkat itu, maka bisa dipakai sebagai bahan baku senjata nuklir.
Pemerintah Iran kembali menggertak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait dengan rencana bakal menjatuhkan sanksi baru. Mereka menyatakan hanya butuh hitungan hari buat menggenjot produksi pengayaan uranium hingga bisa dipakai sebagai bahan baku senjata nuklir.
Dilansir dari laman Associated Press, Selasa (22/8), pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Badan Atom Republik Islam Iran, Ali Akbar Salehi, dalam wawancara di sebuah stasiun televisi setempat. Dia mengatakan mereka cuma butuh waktu lima hari buat pengayaan uranium hingga mencapai 20 persen.
Pernyataan Salehi itu sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap Trump karena mengancam bakal menjatuhkan sanksi baru bagi Iran, atau membatalkan kesepakatan penghentian program nuklir pada 2015 lalu. Namun, dia menyatakan masih menghormati perjanjian itu demi menghapus sanksi ekonomi Iran.
"Kalau rencana balasan dan ancaman lagi, kami pasti akan mengejutkan mereka. Pastinya sih kami tidak mau hal itu terjadi. Kami berkomitmen terhadap perjanjian itu," kata Salehi.
Di dalam perjanjian dibuat pada 2015 dengan mantan Presiden AS, Barrack Obama, Iran menyatakan siap tidak melakukan pengayaan hingga uranium hingga 20 persen. Mereka hanya dibolehkan melakukan pengayaan uranium sebesar lima persen. Sisa produksi uranium sudah terlanjur dibuat dijadikan sumber energi pembangkit listrik, dan lainnya dikirim kembali ke Rusia.
Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani juga berjanji bakal menggenjot produksi uranium hingga 20 persen, jika Trump masih terus berencana menjatuhkan sanksi baru. Sebab, dia merasa AS mempermainkan kesepakatan telah diteken kedua belah pihak. AS beralasan bakal menjatuhkan sanksi baru lantaran Iran melakukan uji coba rudal.
Baca juga:
Kegagalan Amerika di pusaran konflik Timur Tengah
4 Fakta Iran bakal pecundangi Amerika usai sanksi nuklir dicabut
Benarkah ISIS ciptaan Amerika?
Utamakan produk nasional, Iran larang masuk barang-barang Amerika
Khamenei sebut bahaya nuklir Iran adalah mitos bikinan Amerika
Amerika siap 'perang' dengan Iran dalam menjual minyak bumi