Ini Sosok Dua Ilmuwan Nuklir Iran yang Tewas oleh Serangan Israel di Teheran
Israel hari ini melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi di Iran hingga menewaskan pimpinan pasukan Garda Revolusi dan dua ilmuwan nuklir.
Serangan udara Israel hari ini ke sejumlah lokasi di Iran menewaskan Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Hossein Salami, komandan Gholamreza Rashid, dan dua ilmuwan nuklir Dr. Mohammad Mehdi Tehranchi dan Dr. Fereydoun Abbasi.
"Fereydoun Abbasi adalah anggota parlemen dan mantan kepala badan energi atom Iran, yang sebelumnya selamat dari upaya pembunuhan pada tahun 2010," kata jurnalis TRT World melaporkan dari Teheran.
Berikut sosok dua ilmuwan nuklir Iran yang punya peran penting dalam pengembangan senjata nuklir di Negeri Mullah.
Dr. Mohammad Mehdi Tehranchi adalah seorang fisikawan teoretis terkemuka di Iran dan menjabat sebagai Presiden Universitas Islam Azad di Teheran, salah satu universitas terbesar di Iran. Ia dikenal sebagai spesialis dalam bidang fisika laser dan memiliki kontribusi signifikan dalam penelitian ilmiah di Iran.
Peran dalam Program Nuklir
Meskipun informasi spesifik tentang keterlibatannya dalam program nuklir Iran tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber yang tersedia, Tehranchi disebut sebagai salah satu ilmuwan nuklir senior yang menjadi target serangan Israel. Statusnya sebagai fisikawan teoretis dan posisinya di universitas menunjukkan ia mungkin memiliki peran penting dalam penelitian ilmiah yang terkait dengan teknologi nuklir atau aplikasi sains lainnya yang relevan dengan program nuklir Iran.
Serangan Israel hari ini menargetkan fasilitas militer dan nuklir strategis di Iran, termasuk kompleks di Teheran.
Sebagai Presiden Universitas Islam Azad, Tehranchi memainkan peran kunci dalam pengembangan pendidikan tinggi di Iran, khususnya dalam bidang sains dan teknologi. Kontribusinya di bidang fisika teoretis dan laser menunjukkan keahlian akademik yang tinggi, yang kemungkinan besar juga mendukung proyek-proyek strategis nasional Iran.
Dr. Fereydoun Abbasi (Fereydoun Abbasi-Davani)
Sementara itu Dr. Fereydoun Abbasi (Fereydoun Abbasi-Davani)
adalah seorang ilmuwan nuklir terkemuka Iran yang pernah menjabat sebagai Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) dari tahun 2011 hingga 2013.
Ia juga merupakan anggota parlemen Iran dan anggota Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak Revolusi Iran 1979. Abbasi dikenal sebagai spesialis dalam pemisahan isotop, teknologi kunci dalam pengayaan uranium.
Abbasi memiliki peran penting dalam pengembangan program nuklir Iran, terutama dalam pengayaan uranium. Ia bekerja sama erat dengan ilmuwan nuklir terkenal lainnya, Mohsen Fakhrizadeh, selama lebih dari 34 tahun, termasuk selama Perang Iran-Irak (1980–1988).
Ia terlibat dalam proyek-proyek strategis yang dianggap oleh Barat sebagai bagian dari upaya pengembangan senjata nuklir, meskipun Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa program nuklir mereka hanya untuk tujuan sipil.
Abbasi juga dikenal sebagai sosok yang selamat dari upaya pembunuhan pada November 2010, ketika bom yang dipasang di mobilnya meledak di Teheran. Serangan ini juga melukai istrinya, dan Iran menuduh Israel serta AS sebagai dalangnya.
Selain perannya di AEOI, Abbasi juga aktif dalam politik Iran sebagai anggota parlemen. Ia dikenal sebagai tokoh konservatif dan pendukung kuat program nuklir Iran.
Ia pernah bertempur di garis depan selama Perang Iran-Irak bersama Mohsen Fakhrizadeh, menunjukkan dedikasinya terhadap kepentingan nasional Iran.
Abbasi dianggap sebagai salah satu ilmuwan kunci yang membantu Iran mempertahankan kemajuan program nuklirnya meskipun menghadapi berbagai serangan dan sabotase, termasuk serangan siber Stuxnet yang diduga dilakukan oleh Israel dan AS.