Indonesia akan bahas soal pengelolaan perbatasan dengan Papua Nugini
Indonesia akan bahas soal pengelolaan perbatasan dengan Papua Nugini. Selain itu, kerja sama di bidang ekonomi juga akan ditekankan oleh kedua menlu pada pertemuan kali ini. Sebab, Indonesia melihat potensi besar khususnya di bidang perdagangan.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi akan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Papua Nugini (PNG) Rimbink Pato besok sore (19/7). Keduanya akan melakukan pertemuan bilateral dan juga membahas beberapa isu di kawasan.
Salah satu hal yang akan menjadi fokus pembahasan adalah pengelolaan wilayah perbatasan antara kedua negara.
"Beberapa isu yang menjadi perhatian kedua menlu adalah terkait pengelolaan perbatasan. Seperti kita tahu, kita memiliki wilayah perbatasan yang cukup panjang dengan PNG. Isu ini bisa dibilang cukup besar," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nassir atau Tata, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Biasa, Jakarta Pusat, Rabu (18/7).
Selain itu, kerja sama di bidang ekonomi juga akan ditekankan oleh kedua menlu pada pertemuan kali ini. Sebab, Indonesia melihat potensi besar khususnya di bidang perdagangan.
"Kita tahu PNG bukan saja negara yang dekat tetapi juga penting bagi kita. Kita melihat PNG termasuk negara yang perkembangan ekonominya sangat pesat di Pasifik. Hal itu yang ingin kita kembangkan," jelas Tata.
"Selama ini kami melihat angka perdagangan antara kedua negara juga berkembang, dari USD 179,2 juta pada 2016, bertambah jadi USD 288,8 juta pada 2017. Aspek ini yang menjadi perhatian kita," tambahnya.
Sejauh ini, ada beberapa kerja sama yang dijalin antara PNG dan Indonesia, kebanyakan adalah ekspor bahan makanan.
"Kerja sama yang sudah ada berbagai macam, eskpor kita ke PNG banyaknya produk makanan dan minuman, seperti sereal, tepuk terigu. Selain itu ada juga peralatan rumah tangga, sabun, dan elektronik. Kita masih coba kembangkan dan kesempatannya masih banyak," pungkasnya.
Baca juga:
'Seperti Zohri, tak harus menjadi diplomat untuk dapat berdiplomasi di kancah dunia'
Kunjungi Museum KAA, Menlu Retno ungkap alasan RI jadi anggota tidak tetap DK PBB
Jembatan Diplomasi kembali hubungkan dua desa di Garut
Ketika diplomasi digital jadi tools lindungi WNI di luar negeri
Menteri Retno ingin Indonesia selalu ada di hati peserta beasiswa budaya Kemlu
Indonesia dan Belanda perkuat kerja sama bidang keamanan siber