LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Imbas Perang Iran-AS dan Israel, Warga Korsel Borong Kantong Sampah

Penjualan plastik kantong sampah di Korea Selatan mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 2 hingga 3 kali lipat.

Jumat, 27 Mar 2026 15:45:37
plastik
Kantong berbahan plastik ini biasanya berakhir pada tempat pembuangan sampah sehingga menyebabkan polusi lingkungan semakin meningkat. (Foto/dok: Freepik) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Belakangan ini, masyarakat Korea Selatan (Korsel) ramai membeli kantong sampah untuk keperluan pribadi mereka. Penjualan kantong sampah dilaporkan mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibandingkan biasanya, sementara permintaan untuk kantong sampah makanan meningkat dua kali lipat.

Hal ini dipicu oleh konflik antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat. Menurut laporan dari Korea Times pada Jumat, 27 Maret 2026, permintaan kantong sampah makanan dan kantong sampah standar nyaris tidak tersedia di banyak toko swalayan pada awal bulan. Namun, tanda-tanda penimbunan produk plastik mulai terlihat sejak pertengahan Maret 2026, dengan penjualan meningkat dua digit sejak 15 Maret 2026.

Peningkatan ini bertepatan dengan kekhawatiran yang meluas dalam industri petrokimia bahwa gangguan yang disebabkan oleh blokade Selat Hormuz dapat mempengaruhi pasokan minyak. Hal ini penting karena minyak bumi diperlukan untuk memproduksi nafta, yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan produk plastik.

Berdasarkan informasi dari jaringan toko serba ada CU pada Rabu, 25 Maret 2026, penjualan kantong sampah makanan dari Minggu hingga Selasa, yaitu pada 15 hingga 21 Maret 2026, meningkat sebesar 153,3 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Pada periode yang sama, penjualan kantong sampah secara keseluruhan melonjak hingga 216,4 persen.

Advertisement

Selain itu, GS25 melaporkan bahwa penjualan kantong sampah makanan naik 20,6 persen, sementara penjualan kantong sampah biasa tumbuh sebesar 9,0 persen. Toko-toko seperti 7-Eleven dan Emart24 juga mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan. Pembelian secara panik ini hampir menghabiskan persediaan kantong berukuran 10 liter dan 20 liter, yang merupakan ukuran paling umum digunakan oleh rumah tangga.

Beberapa toko bahkan hanya menyisakan kantong berukuran 75 liter atau lebih besar, dan beberapa mulai membatasi jumlah pembelian atau mengurangi jumlah kantong yang dijual dalam setiap paket.

Advertisement

Tanggapan Pemerintah

Kantong berbahan plastik ini biasanya berakhir pada tempat pembuangan sampah sehingga menyebabkan polusi lingkungan semakin meningkat. (Foto/dok: Freepik) © 2026 Liputan6.com

Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan merespons kekhawatiran yang berkembang mengenai kelangkaan vinil dengan menyatakan bahwa pasokan kantong sampah tidak mengalami masalah. Mereka memastikan bahwa pemerintah memiliki stok kantong sampah yang cukup untuk lebih dari tiga bulan di seluruh negeri.

Pembatasan pembelian per individu yang diterapkan oleh pemerintah bertujuan untuk mencegah terjadinya pembelian panik yang disebabkan oleh kekhawatiran mengenai konflik di Timur Tengah. Seorang pejabat menegaskan bahwa langkah tersebut tidak ada hubungannya dengan masalah pasokan yang sebenarnya.

Di sisi lain, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah memiliki dampak jangka panjang terhadap sektor penerbangan di Korea Selatan. Menurut laporan dari Korea Times pada Senin, 23 Maret 2026, semakin banyak wisatawan dari Korea Selatan yang mempertimbangkan untuk menunda atau bahkan membatalkan rencana perjalanan ke luar negeri akibat kenaikan harga tiket pesawat.

Salah satu contohnya adalah seorang pelancong yang merencanakan perjalanan bulan madu ke Spanyol pada bulan September tahun ini, namun kini harus memikirkan kembali rencananya.

Industri Penerbangan di Korea Selatan Terdampak

Kantong berbahan plastik ini biasanya berakhir pada tempat pembuangan sampah sehingga menyebabkan polusi lingkungan semakin meningkat. (Foto/dok: Freepik) © 2026 Liputan6.com

Seorang calon pelancong memperkirakan biaya perjalanannya meningkat dari 1,6 juta won (hampir Rp18 juta) menjadi 2,4 juta won (hampir Rp27 juta). Kenaikan biaya ini membuatnya mempertimbangkan kembali rencananya untuk bepergian. Sementara itu, pelancong lainnya melaporkan bahwa harga penerbangan ke Australia yang sebelumnya 1,03 juta won (sekitar Rp11,6 juta) telah naik menjadi 1,5 juta won (sekitar Rp16,9 juta) pada akhir pekan lalu.

Naver, sebagai portal online terbesar di Korea Selatan dan platform e-commerce utama, baru-baru ini mengeluarkan peringatan bahwa harga tiket pesawat kemungkinan akan meningkat hingga tiga kali lipat mulai April 2026. Mereka merekomendasikan agar pelanggan melakukan pemesanan penerbangan sebelum akhir bulan ini untuk menghindari biaya tambahan akibat kenaikan harga bahan bakar yang lebih tinggi.

Dalam pengumuman tersebut, diperkirakan tarif akan meningkat hingga 36.000 won (sekitar Rp405 ribu) untuk rute Osaka, 84.000 won (sekitar Rp944,3 ribu) untuk rute Bangkok, dan 196.500 won (sekitar Rp2,2 juta) untuk rute Paris. Kenaikan tarif ini mencerminkan lonjakan pada Mean of Platts Singapore (MOPS), yang merupakan patokan global untuk harga minyak olahan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan Korea, termasuk maskapai penerbangan.

Pelanggan Meminta Boarding Pass Dikeluarkan Lebih Awal

Kantong berbahan plastik ini biasanya berakhir pada tempat pembuangan sampah sehingga menyebabkan polusi lingkungan semakin meningkat. (Foto/dok: Freepik) © 2026 Liputan6.com

Agen perjalanan melaporkan adanya peningkatan jumlah pelanggan yang meminta penerbitan tiket lebih awal sebelum bulan April, dengan tujuan untuk menghindari kenaikan biaya tambahan.

"Kami menghubungi pelanggan yang memiliki rencana perjalanan pada bulan April atau setelahnya untuk menanyakan apakah mereka ingin menerbitkan tiket mereka bulan ini agar tidak terkena biaya tambahan bahan bakar yang lebih tinggi," ungkap seorang pejabat dari Hana Tour. Menurutnya, banyak pelanggan yang lebih memilih untuk menerbitkan tiket lebih awal daripada membatalkan perjalanan mereka, mengingat adanya biaya pembatalan yang berlaku.

Selain itu, Mode Tour juga mencatat adanya lonjakan permintaan serupa yang mulai terlihat sejak minggu lalu.

Advertisement

"Langkah terpenting adalah mendapatkan persetujuan dari pelanggan untuk menerbitkan boarding pass mereka lebih awal. Kantor penjualan kami di seluruh negeri siap menanggapi permintaan ini," jelas seorang pejabat dari perusahaan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan semakin proaktif dalam mengatur perjalanan mereka untuk menghindari biaya yang tidak diinginkan.

Berita Terbaru
  • 7 Tips Praktis Membuat Sumur Resapan yang Efektif Kurangi Genangan
  • Rahasia Awet Muda, 12 Makanan Alami yang Mengandung Kolagen
  • Gubernur Jakarta Buka Peluang Perpanjangan LRT Jakarta ke PIK 2 dan Bandara Soetta
  • DeQing Juara Xi'an Challenger 2026, Amankan Tiket World Tour Amsterdam
  • Afgan Ungkap Sosok yang Jadi Inspirasi Besar dalam Karier Musiknya
  • berita update
  • kantong sampah
  • konten ai
  • korea selatan
  • plastik
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
D
Reporter Dinny Mutiah
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.