Ibu korban penembakan di Amerika bantah anaknya bawa pistol
Dia mengatakan anaknya itu sedang berjalan dengan pacarnya ke sebuah toko ketika polisi datang.
Ibu Antonia Martin, remaja kulit hitam 18 tahun yang tewas ditembak polisi St Louis, Negara Bagian MIssouri, Amerika Serikat, pada Selasa malam, membantah anaknya membawa pistol.
Dalam wawancara dengan wartawan di lokasi kejadian pada Rabu pagi waktu setempat Toni Martin mengatakan anaknya itu sedang berjalan dengan pacarnya ke sebuah toko ketika polisi datang, seperti dilansir koran the Daily Mail, Rabu (24/12).
Dia mengatakan putranya itu ditembak hingga tewas ketika mencoba berdiri untuk lari.
"Polisi itu bikin masalah dengan dia (putranya). Dia mencoba untuk berdiri dan lari ketika ditembak," kata Toni kepada koran St louis Post Dispatch.
"Dia anak muda yang baik. Dia baru 18 tahun. Kami sedang membujuknya untuk kembali ke sekolah."
Toni mengatakan dia mendapat kabar kematian itu dari pacar anaknya.
Polisi berusia 34 tahun yang belum diumumkan namanya menembak mati Antonio Martin di sebuah pom bensin setelah mendapat telepon telah terjadi perampokan. Polisi mengatakan korban mengacungkan pistol ke arah petugas.
Peristiwa ini terjadi hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi penembakan Michael Brown, remaja kulit hitam pada Agustus lalu. Peristiwa itu menimbulkan kerusuhan bernuansa rasisme di sejumlah kota.
Baca juga:
Kamera CCTV buktikan korban acungkan pistol ke polisi Amerika
Ferguson jilid 2, polisi AS kembali tembak mati pria kulit hitam
Sejarah berulang di Ferguson, kebencian tak mati-mati
Demonstran kasus Ferguson AS, pura-pura mati tapi main ponsel