LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Hizbullah Ungkap Dampak Runtuhnya Rezim Bashar Al-Assad, Akui Kehilangan Hal Ini

Pemimpin Hizbullah mengungkapkan harapannya terhadap pemimpin baru di Suriah.

Senin, 16 Des 2024 11:39:00
suriah
Sejak awal baku tembak pada tanggal 8 Oktober, terdapat sekitar 143 pejuang Hizbullah yang terbunuh, dan setidaknya 11 tentara Israel yang juga terbunuh dalam baku tembak tersebut. (AP Photo/ (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mengungkapkan pada Sabtu, kelompok bersenjata tersebut telah kehilangan akses jalur pasokan melalui Suriah setelah kejatuhan Presiden Bashar al-Assad pekan lalu. Selama pemerintahan Assad, Hizbullah yang didukung oleh Iran memanfaatkan Suriah sebagai rute untuk mengalirkan senjata dan perlengkapan militer dari Iran melalui Irak dan Suriah menuju Lebanon.

Namun, pada 6 Desember, kelompok pemberontak berhasil mengambil alih perbatasan dengan Irak, sehingga memutuskan jalur tersebut, dan dua hari kemudian, mereka merebut ibu kota Damaskus.

"Ya, Hizbullah telah kehilangan jalur pasokan militer melalui Suriah saat ini, tetapi menurut kami, kehilangan ini hanya merupakan bagian kecil dalam perjuangan perlawanan," jelasnya dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Sabtu, tanpa menyebut nama al-Assad, seperti yang dilansir Al Arabiya, Minggu (16/12).

"Seiring berjalannya waktu, pemerintahan baru bisa muncul, jalur ini bisa kembali normal dan kami juga bisa mencari alternatif lain," jelasnya.

Advertisement

Hizbullah terlibat dalam konflik di Suriah sejak 2013 untuk mendukung Assad melawan pemberontak yang berusaha menggulingkannya. Ketika pasukan pemberontak mendekati Damaskus pekan lalu, Hizbullah mengirimkan petugas untuk memantau penarikan pasukannya dari wilayah tersebut.

Setelah lebih dari 50 tahun di bawah pemerintahan keluarga Assad, kini Suriah dipimpin pemerintahan sementara yang dibentuk oleh kelompok "Hayat Tahrir al-Sham" (HTS). Qassem mengungkapkan, Hizbullah "tidak dapat menilai kekuatan baru itu sampai mereka stabil" dan "mengambil sikap yang jelas." Meskipun demikian, dia berharap agar rakyat serta pemerintah Lebanon dan Suriah dapat terus bekerja sama.

Advertisement

"Kami juga berharap pemerintahan baru ini akan tetap menganggap Israel sebagai musuh dan tidak melakukan normalisasi hubungan dengannya. Keputusan ini akan sangat memengaruhi hubungan kami dengan Suriah," ujarnya.

Advertisement

Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam pertempuran di sepanjang perbatasan selatan Lebanon selama hampir setahun akibat konflik yang terjadi di Jalur Gaza. Pertempuran ini berlangsung hingga Israel melancarkan serangan besar-besaran pada bulan September, yang menyebabkan tewasnya sebagian besar pemimpin teratas Hizbullah.

Berita Terbaru
  • KPK Cerita Pengejaran Bupati dan Sekda saat OTT di Kuansing
  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, FH Untag Semarang Beri Potongan Biaya Kuliah untuk Anggota Polri
  • KPK Buka Suara soal Istri Bupati Kuansing Ikut Diamankan saat OTT
  • Saat Laut Jadi Jalan Menuju Nasabah
  • Wamendagri Ribka Dorong Optimalisasi Tata Kelola Dana Otsus Papua
  • bashar al-assad
  • berita update
  • hayat tahrir al-sham
  • hizbullah
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • suriah
  • syekh naim qassem
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.