FOTO: Prancis Gelar Penghormatan Nasional untuk Filsuf dan Sosiolog Edgar Morin
Prancis memberikan penghormatan nasional terakhir kepada filsuf dan sosiolog terkemuka Edgar Morin di Paris.
Para anggota Garda Republik mengusung peti jenazah Edgar Morin dalam upacara penghormatan nasional yang digelar di kompleks Les Invalides, Paris, Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Filsuf dan sosiolog Prancis tersebut meninggal dunia pada 29 Mei 2026 dalam usia 104 tahun.
Upacara kenegaraan berlangsung khidmat dengan dihadiri Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Sébastien Lecornu, serta sejumlah anggota pemerintahan. Acara diawali dengan penghormatan militer dan mengheningkan cipta untuk mengenang sosok yang selama puluhan tahun menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam kehidupan intelektual Prancis.
Dalam pidatonya, Macron mengenang Morin sebagai tokoh penting yang mendedikasikan hidupnya untuk pemikiran kemanusiaan, demokrasi, dan kebebasan. Presiden Prancis itu menyoroti kontribusi Morin dalam memperkaya perdebatan publik mengenai masyarakat modern dan tantangan yang dihadapi umat manusia.
Morin dikenal luas melalui karya-karyanya yang membahas politik, masyarakat, budaya, ekologi, hingga epistemologi. Sepanjang hidupnya, ia menulis sekitar 40 buku. Sejumlah karyanya yang paling dikenal antara lain Autocritique, La Rumeur d'Orléans, dan seri enam jilid La Méthode.
Namanya mendapat pengakuan internasional berkat pengembangan teori pemikiran kompleks yang menekankan keterkaitan berbagai disiplin ilmu dalam memahami realitas sosial. Melalui pendekatan tersebut, Morin berupaya menjelaskan berbagai persoalan global yang saling berhubungan, mulai dari krisis demokrasi hingga tantangan lingkungan.
Lahir di Paris pada 1921 dengan nama Edgar Nahoum, Morin berasal dari keluarga Yahudi Sephardi yang memiliki akar keluarga di Thessaloniki. Pada masa Perang Dunia II, ia bergabung dengan gerakan Perlawanan Prancis setelah pendudukan Nazi di negaranya. Dalam periode tersebut, ia menggunakan nama Morin yang kemudian dikenal secara luas di dunia akademik internasiona
Morin sempat menjadi anggota Partai Komunis Prancis pada masa mudanya. Namun, perbedaan pandangan politik membuatnya keluar dari partai tersebut pada awal 1950-an. Setelah itu, ia mengembangkan karier sebagai peneliti, penulis, dan pemikir yang berpengaruh dalam bidang ilmu sosial dan humaniora.
Selama bertahun-tahun, Morin bekerja di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) dan menerima berbagai penghargaan internasional serta gelar doktor kehormatan dari sejumlah perguruan tinggi di berbagai negara.
Upacara penghormatan nasional di Les Invalides ditutup dengan mengheningkan cipta selama satu menit, diiringi lagu mars militer "Aux morts" serta lagu kebangsaan Prancis, "La Marseillaise". Momen tersebut menjadi penghormatan terakhir negara kepada salah satu intelektual paling berpengaruh dalam sejarah modern Prancis.