LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dua Perusahaan Milik Jenderal Militer Myanmar Terlibat Kejahatan Kemanusiaan

Hasil investigasi tersebut menyebut, dua perusahaan milik panglima senior militer Myanmar, Tatmadaw terlibat dalam kejahatan perang dan kemanusiaan. Dua perusahaan itu ialah Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC).

2019-08-05 22:31:25
Myanmar
Advertisement

Setelah dua tahun sejak dibentuk, tim pencari fakta Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) akhirnya merilis hasil temuannya terhadap kasus pelanggaran HAM terhadap etnis Rohingya di Myanmar, Senin (5/8).

Hasil investigasi tersebut menyebut, dua perusahaan milik panglima senior militer Myanmar, Tatmadaw terlibat dalam kejahatan perang dan kemanusiaan. Dua perusahaan itu ialah Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC). Berdasarkan laporan hasil investigasi PBB, kedua perusahaan tersebut masing-masing dipengaruhi oleh Panglima Senior, Jenderal Min Aung Hlaing dan Wakil Panglima Senior, Jenderal Soe Win.

Temuan PBB menyebutkan, pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional yang dilakukan MEHL dan MEC meliputi kerja paksa serta kekerasan seksual.

Advertisement

MEHL dan MEC setidaknya memiliki 120 bisnis yang meliputi bidang konstruksi, farmasi, manufaktur, asuransi, pariwisata, dan perbankan. Selain itu, keduanya diketahui memiliki 26
anak perusahaan yang memiliki lisensi penambangan giok dan rubi di negara bagian Kachin
dan Shan.

"Mengingat tingkat keterlibatan Tatmadaw (militer Myanmar) dalam penambangan giok dan rubi di Myanmar Utara, pebisnis dan konsumen harus memastikan benar bahwa produk yang mereka beli, jual, atau perdagangkan bukan merupakan produksi perusahaan milik Tatmadaw," tutur Pakar Tim Pencari Fakta, Radhika Coomaraswamy, sebagaimana tertulis dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (5/8).

Hasil lengkap investigasi PBB rencananya akan dipresentasikan oleh Dewan HAM PBB pada September 2019 mendatang.

Advertisement

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
PBB Ungkap Bisnis Militer Myanmar, Serukan Embargo Senjata
[Video] Trump Tidak Tahu di Mana Letak Negara Myanmar
Ban Ki-moon Harap Myanmar Terima Kembali Pengungsi Rohingya Tanpa Persekusi
Melihat Sejarah Munculnya Kelompok Buddha Garis Keras di Sri Lanka dan Myanmar
AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Panglima Militer Myanmar Terkait Muslim Rohingya
Penyelidik PBB Sebut Ada Kejahatan Perang Baru di Myanmar

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.