LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dituding AS Lakukan Peretasan Sistem Komputer Beberapa Negara, China Meradang

China mengeluarkan respon kemarahan atas tuduhan AS dan menyebut negara tersebut hanya 'mengarang' fakta yang ada.

2018-12-21 11:31:08
China
Advertisement

Amerika Serikat menuding dua warga China telah meretas sistem komputer perusahaan dan lembaga pemerintahan beberapa negara. Negara tersebut menyebut ini sebagai program pengintaian siber yang didukung oleh negara.

Menurut AS, NASA dan badan Angkatan Laut negaranya menjadi target program tersebut. Selain itu, Departemen Kehakiman AS juga mengatakan China telah meretas sistem sebuah bank besar, perusahaan telekomunikasi, dan penyedia layanan kesehatan di 12 negara.

Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mengatakan China telah berulangkali melanggar perjanjian internasional untuk menghentikan serangan dunia maya terhadap perusahaan-perusahaan AS dan infrastruktur komersial. Janji tersebut dibuat oleh Presiden Xi Jinping pada 2015 lalu.

Advertisement

"Kejahatan siber yang terus dilakukan China kepada negara lain tidak bisa kami terima. Kami ingin negara tersebut menghentikan kegiatan ilegal itu dan menghormati komitmennya terhadap komunitas internasional," kata Rosenstein, dikutip dari AFP, Jumat (21/12).

"Tetapi dari bukti yang ada, China tidak pernah berniat untuk memenuhi janjinya," tambahnya.

Komentar serupa turut disampaikan oleh negara sekutu AS, Inggris. Melalui Menteri Luar Negerinya, Jeremy Hunt, Inggris menyebut bahwa China terus melakukan peretasan sistem komputer untuk kepentingan komersial dan ekonominya.

Advertisement

"Kegiatan-kegiatan ini harus dihentikan. Mereka menentang komitmen yang dibuat pada tahun 2015 lalu dan pada G20 untuk tidak melakukan atau mendukung pencurian properti intelektual dan rahasia perdagangan siber," ujarnya.

Namun demikian, pihak China membantah tuduhan itu. China mengeluarkan respon kemarahan atas tuduhan AS dan menyebut negara tersebut hanya 'mengarang' fakta yang ada.

"AS sedang mengarang fakta, menciptakan sesuatu dari ketiadaan, dan dengan tidak jujurnya merendahkan China dengan isu-isu keamanan dunia maya," bantah juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying.

Baca juga:
Soal Muslim Uighur, Kemlu RI Tegaskan Setiap Negara Harus Hormati Kebebasan Beragama
Dituding Masukkan Warga Muslim Uighur ke Kamp Tahanan, Ini Klarifikasi Kedubes China
Kubu Prabowo Tuding Jokowi Diam Soal Muslim Uighur Karena Tersandera Utang China
Menteri Susi: Laut RI Lebih Besar, Lebih Banyak Ikan dan Lebih Strategis Dari China

(mdk/ias)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.