Disunat kebablasan sampai penis hilang, bocah Turki tuntut RS
Pengadilan mengabulkan, bocah malang itu mendapat ganti rugi setara Rp 3,9 miliar.
Seorang bocah enam tahun dari Turki mengalami cacat permanen akibat kelalaian mantri sunat di rumah sakit. Proses khitan yang kebablasan malah membuat anak lelaki nahas itu kehilangan sebagian besar penisnya.
Kasus yang unik itu terkuak dalam persidangan di Kota Batman, sisi pantai timur Turki, dua hari lalu (20/1). Seperti dilansir oleh ABC Online, keluarga bocah malang langsung menuntut begitu tahu perkakasnya hilang.
Kementerian Kesehatan Turki turun tangan menjadi penengah. Keluarga bocah tak disebut namanya itu mengaku mereka mengalami malapraktik. Rupanya, saat hendak sunat, tidak ada dokter jaga yang tersedia. Alhasil, operasi tersebut ditangani seorang mantri.
Entah grogi atau bagaimana, mantri itu 'memangkas' bagian atas alat vital sang bocah. Kulit penisnya bahkan terbakar karena ada cairan kimia yang tertumpah. Salah seorang keluarga yang mendampingi mengaku anak ini hanya dibius lokal. Saat menyadari kesalahannya, si mantri cuma bisa mendoakan anak itu cepat sembuh, seperti dilansir Kantor Berita Dogan.
Hasil investigasi menunjukkan manajemen RS lalai mengawasi pelayanan terhadap aktivitas khitan tersebut. Alhasil, keluarga bocah ini mendapat kompensasi senilai 600 ribu Lira (setara Rp 3,9 miliar). Rekor ganti rugi untuk sebuah malapraktik di negara bekas Kekaisaran Ottoman ini.
Keluarga korban kabarnya masih belum terima dengan keputusan pengadilan. Berkas gugatan kedua sedang disiapkan, masih dengan tudingan malapraktik. Bila kembali dikabulkan, bocah malang itu bisa memperoleh ganti rugi maksimum senilai Rp 10 miliar.
Baca juga:
Skandal dokter selfie saat operasi pasien terulang di Korsel
Ngeri, dokter India pakai alat pompa sepeda untuk operasi!
Belum ada tersangka kasus bayi 'terpanggang' di inkubator RS
Dirujuk ke RSUP Dr Kariyadi, pasien malapraktik malah terlantar
Cerita tragis Sofiyah, korban malapraktik yang BAB lewat vagina
Diduga korban malapraktik, Sofiyah kini harus BAB lewat vagina