Di Forum OKI, boikot produk Israel kembali digencarkan
Israel banyak memproduksi hasil pertanian, alat-alat keamanan, hingga makanan di wilayah pendudukan Palestina.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi darurat Organisasi Kerja Sama Islam di Jakarta, Maret lalu, dikeluarkan Jakarta Declaration yang berisi pemboikotan barang-barang yang diproduksi Israel di sekitar wilayah pendudukan Palestina, di Jalur Gaza.
Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang, Arko Hananto Budiadi, menyebutkan pemboikotan produk Israel ini menjadi salah satu isu yang ditonjolkan dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI yang dilaksanakan di Tashkent, Uzbekiztan.
"Hal lain yang di-highlight dalam pertemuan ini adalah pemboikotan produk dari Israel yang dibuat di wilayah pendudukan Palestina. Banyak yang dihasilkan, dan produk-produk mereka diimpor ke berbagai negara. OKI punya sikap untuk boikot," ucapnya saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jumat (14/10).
Arko menyebutkan sudah ada daftar produk untuk diboikot dan cukup panjang. Dalam daftar, masih belum jelas produk tersebut dijual di mana.
"Sudah ada daftarnya, dan daftarnya cukup panjang. Daftar itu kami lihat produknya sudah cukup lama. Tidak ada kejelasan dijual di mana, perusahaan dari mana, jadi masih perlu dilihat lagi," sambung Arko.
Hasil pertanian, lanjut Arko, merupakan salah satu barang yang diproduksi Israel. Selain itu, ada juga alat-alat bidang keamanan yang dibuat di wilayah Jalur Gaza oleh Negeri Bintang Daud.
"Kita tidak tahu, mungkin produk yang biasa kita pakai dari Israel juga, makanya perlu kita lihat bersama, karena data yang ada juga sudah cukup lama," jelasnya.
Boikot tersebut rupanya sudah cukup lama dicanangkan kepada para negara anggota OKI. Menurut Arko, sudah sejak tiga atau empat tahun lalu, namun memang baru diungkapkan gamblang dalam outcome document KTT Luar Biasa OKI di Jakarta.
Meski barang produksinya di boikot, Arko mengatakan tidak ada protes dari Israel. Rupanya, memang belum ada negara yang melakukan aksi pemboikotan lantaran daftar yang memang belum jelas.
"Sejauh ini, Israel tidak ada protes, karena belum ad negara yang melakukan (aksi boikot). Mungkin saat sudah dilakukan akan ada protes," pungkas dia.
Baca juga:
DPR sebut Israel & Indonesia sudah ada kerja sama informal
Pegiat Palestina gugat 40 perusahaan pro-Israel senilai Rp 450 T
Hubungan diplomatik Indonesia-Israel, Kadin memilih netral
5 Pro dan kontra tawaran bisnis Israel ke Indonesia
INDEF soal tawaran Israel: Kita tidak bisa berbisnis dengan penjajah
Mau berbisnis, DPR tegaskan Israel harus turuti kemauan politik RI
Untung rugi Indonesia punya hubungan diplomatik dengan Israel