Demi Urusan Negara, Trump Tak Hadiri Pernikahan Anaknya
Trump menyebut Iran sebagai salah satu alasan ketidakhadirannya di acara pernikahan putranya, yang menjadi sorotan dalam pernyataannya.
Putra tertua Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Jr., bersama sosialita Bettina Anderson, akan mengadakan perayaan pernikahan di sebuah pulau kecil di Bahama pada akhir pekan ini.
Informasi ini disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada CNN. Namun, satu orang yang dipastikan tidak akan hadir dalam acara intim tersebut adalah Presiden Donald Trump.
Menurut sumber-sumber yang ada, jumlah tamu di acara ini sengaja dibatasi. Hanya keluarga inti dan sahabat dekat pasangan yang akan diundang, dengan total tamu kurang dari 50 orang.
Pada hari Jumat (22/5/2026), setelah berita ini dirilis, Trump mengonfirmasi ketidakhadirannya melalui unggahan di Truth Social.
"Meskipun saya sangat ingin bersama putra saya, Don Jr., dan anggota baru keluarga Trump, calon istrinya Bettina, keadaan yang berkaitan dengan pemerintahan serta kecintaan saya kepada AS, tidak memungkinkan saya untuk melakukannya," tulis Trump.
"Saya merasa penting untuk tetap berada di Washington, DC., di Gedung Putih, selama periode penting ini. Selamat kepada Don dan Bettina!" lanjutnya.
Sebelumnya, Trump memberikan jawaban yang tidak pasti mengenai rencananya untuk menghadiri pernikahan tersebut saat ditanya di Ruang Oval.
"Dia ingin saya datang, tetapi ini hanya acara kecil yang sangat pribadi dan saya akan berusaha untuk hadir," ungkap Trump kepada wartawan.
"Ini bukan waktu yang tepat bagi saya," tambahnya.
"Ada urusan terkait Iran dan berbagai hal lainnya," jelas dia.
Salah satu sumber mengatakan kepada CNN bahwa sejak awal, Trump memang diperkirakan tidak akan hadir karena pasangan tersebut menginginkan upacara yang sangat tertutup dan privat.
Selain itu, jadwal publik Trump juga tidak menunjukkan adanya agenda untuk menghadiri pernikahan putranya.
"Itu situasi yang serba salah bagi saya. Jika saya hadir, saya akan dihujat. Jika saya tidak hadir, saya juga akan dihujat," kata presiden pada Kamis (21/5), merujuk pada kemungkinan pemberitaan negatif dari media.