Dampak Perang Iran, Malaysia Mulai 15 April Terapkan WFH untuk ASN dan BUMN
Serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari 2026 telah menyebabkan terjadinya krisis energi global yang cukup serius.
Malaysia telah mengimplementasikan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang mulai berlaku pada 15 April untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementerian serta lembaga pemerintah, termasuk pegawai badan hukum dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Rabu, 1 April 2026, sebagai langkah untuk menghemat energi di tengah situasi perang Iran.
"Kabinet telah menyetujui kebijakan kerja dari rumah. Ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi tetap stabil," ungkap Anwar, seperti yang dilansir oleh The Straits Times.
Pemerintah Malaysia sangat bergantung pada kebijakan subsidi untuk menjaga harga bahan bakar tetap terjangkau bagi masyarakat. Warga yang memenuhi syarat hanya perlu membayar RM1,99 atau sekitar Rp8.370 per liter untuk bensin tanpa timbal. Namun, dengan melonjaknya harga minyak mentah global dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Anwar menyatakan bahwa kuota bahan bakar bersubsidi akan berkurang dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan. Sementara itu, harga bahan bakar non-subsidi akan mengikuti harga pasar global.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan, menginformasikan bahwa kapal tanker milik Petronas, Sapura Energy, dan MISC sedang menunggu izin untuk melintasi selat dengan aman. Di sisi lain, Menteri Transportasi Anthony Loke menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut akan dibebaskan dari kemungkinan biaya tambahan yang mungkin dikenakan oleh Iran, yang sebelumnya menjadi ancaman dari Teheran.
"Kami adalah pihak yang bersahabat. Kami memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran," jelas Anthony.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kapal-kapal tanker milik Petronas, Sapura Energy, dan MISC saat ini sedang dalam antrean untuk keluar dari Selat Hormuz setelah mendapatkan jaminan keamanan dan pembebasan biaya dari Iran.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pekan lalu, Anwar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, karena telah mengizinkan kapal tanker minyak Malaysia dan awaknya untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Pendekatan Ganda
Wakil Perdana Menteri Malaysia Zahid Hamidi menyatakan bahwa pemerintah telah meningkatkan berbagai langkah untuk melindungi masyarakat dari kenaikan biaya hidup akibat tekanan energi global yang terus mendorong kenaikan harga. Ia menjelaskan bahwa pemerintah mengambil pendekatan ganda, yaitu meringankan beban keuangan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan, agar rakyat dapat menikmati standar hidup yang layak. Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar RM54,7 miliar pada tahun 2026 untuk bantuan sosial, subsidi, dan program peningkatan pendapatan.
Zahid juga menambahkan bahwa dengan perkembangan konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, kebutuhan anggaran subsidi diperkirakan akan meningkat.
Selain itu, pemerintah akan terus memperkuat transportasi publik, memperluas peluang ekonomi dan lapangan kerja, serta meningkatkan penyampaian informasi yang jelas dan transparan kepada masyarakat. Menurut Zahid, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang akurat agar dapat mengambil keputusan terbaik dalam kehidupan sehari-hari.