LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Calon Menhan AS Pete Hegseth Tidak Tahu Apa Itu ASEAN

Pete Hegseth berjanji untuk menumbuhkan budaya pejuang di Pentagon sebagai Menteri Pertahanan.

Rabu, 15 Jan 2025 15:28:00
amerika serikat
pete hegseth (Reuters)
Advertisement

Dalam sesi uji kepatutan dan kelayakan di Senat Amerika Serikat kemarin, calon Menteri Pertahanan AS pilihan Presiden terpilih Donald Trump yaitu Pete Hegseth menghadapi cecaran pertanyaan dari sejumlah anggota Senat.

Senator Tammy Duckworth dari Negara Bagian Illinois yang merupakan anggota Komite Angkatan Bersenjata meminta Hegseth, 44 tahun, yang mantan presenter stasiun televisi Fox News, menyebut salah satu negara di ASEAN yang menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat.

"Anda menyinggung soal kerja sama Indo-Pacific, bisakah Anda sebutkan satu negara di ASEAN dan kerja sama apa yang kita bangun dengan negara itu dan ngomong-ngomong ada berapa negara di ASEAN?" cecar Tammy, seperti dilansir laman CNN, Selasa (15/1).

"Saya tahu kita punya sekutu di Korea Selatan, Jepang, Australia," kata Hegseth.

Advertisement

"Tuan Hegseth, tidak satupun dari negara yang Anda sebutkan itu ada di ASEAN," ujar Senator Tammy memotong jawaban calon menhan termuda AS itu.

Senator Tammy mengatakan Hegseth tidak layak untuk memimpin Pentagon dan dia rentan dimaanfatkan oleh musuh-musuh Amerika.

Advertisement

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi geopolitik dan ekonomi yang didirikan pada 8 Agustus 1967 oleh lima negara pendiri: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Tujuan utama ASEAN adalah mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial, dan kebudayaan antara negara-negara anggotanya serta memajukan perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara. Saat ini, ASEAN memiliki sepuluh anggota, termasuk Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Latar Belakang Hegseth

Dalam kesempatan itu Hegseth juga tidak menanggapi tuduhan pelecehan seksual dan pandangan kontroversialnya terkait perempuan, saat para senator mempertimbangkan kelayakannya. Fokus utama Hegseth adalah pada pengalaman tempurnya di Garda Nasional Angkatan Darat, yang dianggap sebagai modal penting untuk memimpin. Ia menegaskan, 'Sudah waktunya memberi seseorang yang telah berkarir untuk mengambil alih kepemimpinan. Seorang agen perubahan,' dalam pidato pembukaannya.

Dalam sidang tersebut, para senator mulai menyelidiki berbagai pertanyaan mengenai Hegseth. Ketua Komite Angkatan Bersenjata dari Partai Republik, Senator Roger Wicker, menyatakan bahwa pilihan ini 'tidak konvensional.' Di sisi lain, para petinggi Partai Demokrat memperingatkan tentang tuduhan 'yang sangat mencemaskan' terhadap Hegseth. Meskipun demikian, Wicker membandingkan Hegseth dengan Trump, yang juga menghadapi berbagai tuduhan dan menolak semua tuduhan tersebut.

Menanggapi tuduhan pelecehan seksual, Hegseth menyebutnya sebagai 'kampanye kotor' dan serangan yang tidak adil. Ia menekankan bahwa pengalamannya di lapangan adalah yang paling relevan untuk memimpin militer. Hegseth juga berjanji untuk tidak mengonsumsi alkohol jika ia dikukuhkan sebagai Menteri Pertahanan, sebuah langkah yang dianggap penting untuk memperbaiki citranya di mata publik.

Hegseth, 44 tahun, berasal dari generasi baru veteran perang Irak dan Afghanistan. Pengalaman militernya dianggap sebagai jaminan, namun tindakan dan pernyataan masa lalu sering kali menjadi sorotan. Meskipun demikian, dukungan dari veteran dan elemen lain di masyarakat menunjukkan bahwa ada harapan untuk perubahan dalam kepemimpinan militer.

Advertisement

Dengan latar belakang yang beragam dan pengalaman tempur yang signifikan, Hegseth berusaha untuk membuktikan bahwa ia layak memimpin Pentagon. Harapannya adalah untuk membawa energi dan gagasan segar ke dalam birokrasi militer. Keputusan akhir mengenai pengukuhannya sebagai Menteri Pertahanan akan sangat menentukan arah kebijakan pertahanan AS di masa mendatang.

Berita Terbaru
  • FOTO: Anak-Anak Kembali Jadi Korban Serangan Udara Israel di Gaza
  • Kemendagri Resmi Luncurkan Instrumen Monev, Kerja Sama Pemda dengan Pihak Luar Negeri
  • Satu Karyawan Luka Bakar Akibat Kebakaran Coffee Shop di Point Square, Penyebab Diduga Kebocoran Gas
  • BTN Lelang Puluhan Ribu Hunian Bekas, Harga di Bawah Pasar dan Bunga KPR Cuma 5 Persen
  • Momen Begal Tabrak Pasangan Kekasih di Semarang lalu Merampoknya, Kini Jadi Ayam Sayur Ditangkap Polisi
  • amerika serikat
  • asean
  • donald trump
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
P
Reporter Pandasurya Wijaya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.