Bom mobil di markas polisi Turki, enam orang tewas
219 Orang lainnya luka-luka.
Dua ledakan bom mobil menghantam kantor polisi di Turki menewaskan enam orang dan melukai 219 orang lainnya.
Stasiun televisi Fox News melaporkan, Kamis (18/8), serangan bom pertama di kantor polisi di Provinsi Van kemarin menewaskan seorang petugas dan dua warga sipil. Sedikitnya 73 orang terdiri dari 53 warga sipil dan 20 polisi luka-luka dalam serangan itu.
Pemerintah menuding serangan itu dilakukan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Sejumlah serangan serupa sebelumnya di Turki merupakan bagian dari kampanye PKK yang memang menargetkan kepolisian.
Pekan lalu Komandan PKK Cemil Bayik mengancam akan meningkatkan serangan melawan polisi Turki.
Beberapa jam setelah serangan pertama, kembali bom mobil menghantam markas polisi di Kota Elazig pagi ini. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya tiga polisi dan melukai 146 orang. Dari korban luka, 14 di antaranya dalam kondisi kritis.
Wakil Wali Kota Mahmut Varol mengatakan kepada stasiun televisi Haber Turk, ledakan itu terjadi di lantai bawah tanah markas polisi dan membuat mobil-mobil yang sedang diparkir terbakar.
Cuplikan video memperlihatkan asap pekat membubung dari kawasan itu dan sejumlah mobil terguling serta jendela gedung pecah berhamburan akibat hantaman ledakan.
Kantor berita Anadolu menyebutkan, perseteruan antara PKK dan pasukan keamanan Turki kian memanas setelah upaya damai tahun lalu gagal. Sejak saat itu sekitar 600 aparat keamanan Turki dan ribuan anggota PKK tewas. Kelompok pembela hak asasi mengatakan ratusan ribu warga sipil juga jadi korban dalam bentrokan antara dua pihak itu.
Sejak PKK memutuskan angkat senjata buat memperjuangkan otonomi di tenggara Turki pada 1984, sudah puluhan ribu orang tewas akibat konflik. Pemerintah Turki selama ini menyebut PKK organisasi teroris.
Baca juga:
Bom mobil kembali guncang Turki, lebih dari 50 orang luka-luka
Usai kudeta militer, para diplomat Turki kabur ke luar negeri
Bom mobil beruntun Turki tewaskan tujuh orang, lukai anak-anak
Menagih hak bebas visa, Turki ancam buka gerbang imigran ke Eropa
Mahasiswa Indonesia ditangkap, Kemlu panggil dubes Turki
Jaksa Turki menuntut Fethullah Gulen dipenjara 1.900 tahun
Keakraban Putin dan Erdogan setelah kembali damai