LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Blak-blakan Trump Sebut Xi Jinping Bakal Pesan 200 Unit Pesawat dari Boeing

Kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China diperkirakan akan meningkatkan pesanan besar untuk pesawat Boeing.

Jumat, 15 Mei 2026 10:36:00
donald trump
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) berdiri bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Temple of Heaven, Beijing, Kamis 14 Mei 2026. (AP Photo/Mark Schiefelbein) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa China telah setuju untuk membeli 200 pesawat Boeing. Pernyataan ini disampaikan Trump saat melakukan kunjungan ke China pada tanggal 14-15 Mei 2026.

"Satu hal yang dia setujui hari ini, dia akan memesan 200 pesawat. Itu hal yang besar. Boeing," kata Trump kepada Fox News, seperti yang dikutip dari CNBC pada hari Jumat (15/5).

Para analis memperkirakan bahwa pesanan besar pesawat Boeing akan muncul dari kunjungan Trump ke China, meskipun mereka memprediksi jumlah yang lebih besar lagi. Jefferies memperkirakan pesanan tersebut bisa mencapai hingga 500 pesawat.

Dalam perjalanan tersebut, CEO Boeing, Kelly Ortberg, serta eksekutif lainnya dari perusahaan tersebut turut mendampingi Trump. Selama hampir satu dekade, produsen ini belum mendapatkan pesanan besar dari China, sementara negara tersebut telah melakukan pembelian dari pesaing utama Boeing, yaitu Airbus.

Advertisement

Meskipun Trump tidak menyebutkan jenis pesawat yang akan dibeli China dari Boeing, para analis memperkirakan bahwa pesanan tersebut kemungkinan besar akan mencakup ratusan unit dari Boeing 737 Max yang menjadi andalan.

Baik Boeing maupun Gedung Putih tidak memberikan komentar segera setelah pengumuman tersebut. Saham Boeing mengalami penurunan hampir 4% pada perdagangan sore hari.

Advertisement

Ortberg menyatakan dalam panggilan konferensi pendapatan perusahaan bulan lalu bahwa pertemuan puncak antara AS dan Tiongkok bisa menjadi "peluang yang berarti bagi kami" yang bisa melibatkan pesanan pesawat.

"Saya tidak akan memberi tahu Anda jumlah pesawatnya, tetapi itu angka yang besar," tambahnya.

Fokus Pertemuan antara Xi Jinping dan Trump

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) berdiri bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Temple of Heaven, Beijing, Kamis 14 Mei 2026. (AP Photo/Mark Schiefelbein) © 2026 Liputan6.com

Sebelumnya, pada 14 Mei 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, mengadakan pertemuan bilateral di Beijing yang berfokus pada isu perdagangan. Pertemuan ini berlangsung selama sekitar dua jam dan 15 menit, serta dianggap sebagai langkah penting dalam upaya kedua negara untuk menstabilkan hubungan ekonomi setelah terjadinya perang dagang yang signifikan setahun sebelumnya.

Ketegangan yang muncul akibat kebijakan tarif yang saling diterapkan sempat mengguncang pasar global, sehingga pertemuan ini menjadi krusial untuk menjaga stabilitas hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Dalam pernyataan yang disampaikan sebelum keberangkatannya ke Beijing, Trump menegaskan bahwa perdagangan akan menjadi topik utama dalam diskusinya dengan Xi.

"Kami akan berbicara dengan Presiden Xi mengenai banyak hal berbeda. Saya kira, lebih dari apa pun, pembahasannya akan soal perdagangan," ungkap Trump kepada wartawan sebelum berangkat, seperti yang dilansir oleh CBS News.

Setelah pertemuan, Trump menunjukkan sikap optimis terhadap masa depan hubungan ekonomi kedua negara. "Kita akan memiliki masa depan yang luar biasa bersama," kata Trump, menegaskan harapannya akan kerjasama yang lebih baik di masa mendatang.

Hubungan Bilateral Penting

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) berdiri bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Temple of Heaven, Beijing, Kamis 14 Mei 2026. (AP Photo/Mark Schiefelbein) © 2026 Liputan6.com

Xi Jinping menekankan bahwa hubungan bilateral yang stabil sangat penting, terutama dalam konteks ekonomi dan perdagangan global. "Hubungan bilateral yang stabil baik bagi dunia. Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival," katanya dalam sebuah pernyataan yang diterjemahkan. Ketegangan dalam hubungan dagang antara AS dan China meningkat setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif tinggi pada produk-produk China, yang kemudian direspons oleh Beijing dengan kebijakan serupa. Pada puncaknya, tarif barang dari kedua negara bahkan melampaui 100%.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan tersebut mulai mereda. Kedua negara telah mengambil langkah untuk mengurangi sebagian tarif yang dikenakan.

Selain itu, China juga telah sepakat untuk menghentikan pembatasan ekspor mineral tanah jarang, yang merupakan bahan baku penting bagi industri teknologi dan manufaktur global.

Pastikan Akses ke Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) berdiri bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Temple of Heaven, Beijing, Kamis 14 Mei 2026. (AP Photo/Mark Schiefelbein) © 2026 Liputan6.com

Pemerintahan Trump saat ini berusaha untuk memastikan bahwa Amerika Serikat memiliki akses yang aman terhadap pasokan bahan langka dari China. Selain itu, mereka juga ingin mendorong ekspor produk pertanian dan barang-barang buatan AS ke pasar China yang sangat besar.

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari perusahaan teknologi AS, seperti Elon Musk, Jensen Huang, dan Tim Cook. Kehadiran mereka mencerminkan betapa pentingnya sektor bisnis dalam memperbaiki hubungan perdagangan antara kedua negara.

Advertisement

Pelaku pasar kini menantikan apakah pertemuan antara Trump dan Xi dapat menjadi langkah awal menuju kesepakatan perdagangan yang lebih menyeluruh. Selain itu, harapan juga muncul untuk mencegah terulangnya perang dagang yang pernah menekan perekonomian global.

Berita Terbaru
  • Kasat Narkoba Polres Kukar Terseret Kasus Narkoba, Bareskrim Turun Tangan Pantau Penyelidikan
  • Prabowo Sebut Masyarakat Desa Tak Terdampak Pelemahan Rupiah, Ekonom: Kalau Harga Naik, Mereka Juga Terdampak
  • Danrem 173/PVB Dorong Penyerapan Beras Lokal Nabire untuk Program MBG
  • Xabi Alonso Dikabarkan Sepakat Jadi Pelatih Baru Chelsea, Tantangan Besar Menanti
  • Polda Banten Panen Jagung 29,5 Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
  • amerika serikat
  • china
  • donald trump
  • konten ai
  • liputan6
  • xi jinping
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
A
Reporter Agustina Melani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.