Bertemu dengan Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani bahas konflik Suriah
Media itu mengatakan pertemuan hari ini dengan Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan membahas rekonstruksi di Suriah serta bekerja pada konstitusi baru, ini merupakan bagian dari rencana solusi politik untuk mengakhiri perang tujuh tahun.
Presiden Iran Hassan Rouhani datang ke Ankara Presiden Recep Turki Tayyip Erdogan untuk mengadakan pembicaraan menjelang pertemuan tiga arah dengan Rusia mengenai konflik Suriah.
Ketiga negara bekerja sama membahas masalah kekerasan yang terjadi di Suriah, meskipun diketahui ada perbedaan pandangan politik di antara mereka. Rusia dan Iran adalah pendukung terkuat Presiden Suriah Bashar al-Assad, sementara Turki mendukung pemberontak anti-Assad.
Dikutip dari Reuters, Rabu (4/4), sebelum meninggalkan Iran, Rouhani mengatakan bahwa pasukan asing yang beroperasi di Suriah tanpa persetujuan dari pemerintah Damaskus harus pergi, merujuk kepada Turki dan Amerika Serikat.
Turki melancarkan serangan di Suriah barat laut melawan milisi YPG Kurdi dan telah berjanji untuk memperluas pengaruhnya ke timur laut negara itu. Damaskus menggambarkan serangan sebagai invasi ilegal.
"Iran percaya bahwa kehadiran pasukan asing di Suriah tanpa izin dari pemerintah Suriah adalah ilegal dan harus dihentikan," kata televisi pemerintah Iran.
Media itu mengatakan pertemuan hari ini dengan Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan membahas rekonstruksi di Suriah serta bekerja pada konstitusi baru, ini merupakan bagian dari rencana solusi politik untuk mengakhiri perang tujuh tahun.
Terlepas dari perbedaan antara Iran, Rusia, dan Turki. Diakui mereka merupakan tiga kekuatan besar yang berpengaruh dalam pusaran konflik jika Amerika Serikat menarik diri.
Presiden AS Donald Trump mengatakan ingin menarik pasukan AS dari Suriah tetapi tidak disebutkan jadwal pastinya, karena penasihatnya memperingatkan tersisa pekerjaan untuk mengalahkan Negara Islam dan menstabilkan wilayah yang direbut kembali dari kelompok garis keras militan.
Trump mengatakan pada konferensi pers bahwa Amerika Serikat akan 'tidak beristirahat sampai ISIS hilang', tetapi dia juga meyakini bahwa kemenangan sudah dekat.
"Sudah waktunya," kata Trump kepada wartawan, ketika ditanya apakah dia ingin menarik pasukan AS.
Baca juga:
Penampakan terowongan pemberontak Suriah di Ghouta Timur
Putra Mahkota Saudi ingin pasukan AS tetap berada di Suriah
Trump sebut pasukan AS bakal segera keluar dari Suriah, akui kekalahan?
Lebih dari 5.000 pemberontak Suriah dan warga sipil dievakuasi dari Ghouta Timur
Aksi militer Turki invasi kota di Suriah
Assad hampir menang di Ghouta, pemberontak bersiap menyerah