Putra Mahkota Saudi ingin pasukan AS tetap berada di Suriah
Merdeka.com - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancaranya dengan majalah TIME di Amerika Serikat Kamis lalu mengatakan dia ingin pasukan AS tetap berada di Suriah.
"Kami ingin pasukan Amerika tetap bertahan paling tidak untuk jangka menengah kalau tidak jangka panjang," kata dia, seperti dilansir laman Al Arabiya, Sabtu (31/3).
Pangeran yang biasa disebut MBS itu mengatakan keberadaan pasukan AS di Suriah bisa menjadi jalan terakhir untuk menghentikan upaya Iran yang ingin memperluas pengaruhnya di kawasan.
Kehadiran pasukan AS yang mempunyai pangkalan di Deir Ezzor sebelah timur Suriah juga bisa membuat Washington tetap bercokol di Suriah hingga masa mendatang, kata MBS.
"Kalau Anda menarik mundur pasukan dari sebelah timur Suriah, Anda akan kehilangan pangkalan di sana," kata Pangeran MBS.
Saat ini ada sekitar 2.000 pasukan AS di Suriah yang bekerja sama dengan pasukan oposisi SDF untuk mengambil alih wilayah dikuasai kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin mengatakan Amerika akan segera keluar dari perang di Suriah setelah mengalahkan ISIS.
"Kita sudah mengalahkan ISIS. Kita akan keluar dari Suriah, segera," kata Trump dalam pidato di Negara Bagian Ohio, seperti dilansir laman The Hill, Jumat (30/3).
"Biarkan orang lain mengambil alih sekarang. Segera, kita akan segera keluar dari Suriah.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya