Begini Sikap Turki Terhadap Taliban yang Kini Kuasai Afghanistan
Sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters, Turki yang merupakan salah satu negara muslim dengan pasukan militer terbesar di NATO, siap memberi bantuan teknis dan keamanan jika Taliban meminta.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu hari ini mengatakan negaranya sedang dalam pembicaraan dengan semua pihak di Afghanistan, termasuk Taliban, dan menyambut baik pesan positif yang disampaikan kelompok militan itu sejak menguasai Afghanistan.
Sehari sebelumnya pasukan keamanan Turki mengatakan mereka membatalkan rencana untuk menjaga dan mengoperasikan bandara Kabul setelah penarikan mundur pasukan NATO dari Afghanistan menyusul kemenangan Taliban yang menguasai ibu kota negara.
Sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters, Turki yang merupakan salah satu negara muslim dengan pasukan militer terbesar di NATO, siap memberi bantuan teknis dan keamanan jika Taliban meminta.
"Kami tengah berdialog dengan semua pihak, termasuk Taliban," kata Cavusoglu dalam jumpa pers di Yordania, seperti dilansir laman Reuters, Rabu (18/8).
"Kami menyambut baik pesan yang disampaikan Taliban, baik soal warga asing, diplomat atau warga mereka sendiri. Kami harap ini diwujudkan dalam tindakan juga," kata dia.
Turki yang mengirimkan sekitar 600 tentara di Afghanistan juga membahas keamanan bandara dan perpindahan kekuasaan di Afghanistan bersama Amerika Serikat dan negara lain.
"Semua pihak di Afghanistan akan membahas semua masalah ini--soal siapa yang akan menduduki pemerintahan transisi, seperti apa bentuk pemerintahannya. Kita akan bahas semua ini tapi Afghanistan harus tenang dulu sekarang," kata dia.
Seorang pejabat senior Turki mengatakan pembicaraan dengan Taliban masih berlangsung dan Turki bisa tetap menjaga bandara jika Taliban meminta.
"Kami tidak tahu apakah Taliban punya cukup orang (untuk mengelola bandara). Mereka bisa meminta kami memberi bantuan. Kehadiran kami di bandara akan terus dalam konteks itu," kata si pejabat.
Taliban sebelumnya memperingatkan Turki yang masih mempertahankan tentaranya di Kabul untuk menjaga bandara, tapi pejabat itu mengatakan Taliban tidak meminta mereka meninggalkan Afghanistan, berharap hubungan positif sesama negara muslim bisa membantu mereka meraih pengakuan internasional.
Turki bertemu dengan pejabat militer Taliban melalui Pakistan dan kami juga berhubungan dengan sayap politik Taliban melalui Qatar," kata si pejabat yang enggan diketahui identitasnya kepada Reuters.
Intelijen Turki juga terlibat dalam pembicaraan ini.
"Rencana mengambil alih bandara Kabul setelah penarikan mundur pasukan AS dibatalkan, tapi tidak ada pendekatan untuk meminta kami segera pergi. Tidak ada pesan semacam itu yang kami terima dari Taliban saat ini," ujar pejabat Turki.
Baca juga:
Sebanyak 640 Warga Afghanistan Berdesakan dalam Pesawat Kargo Menuju Qatar
Taliban Sebut Burqa Tidak Wajib Bagi Perempuan
UNICEF Optimis Taliban akan Tepati Janjinya Izinkan Anak Perempuan Sekolah
Sosok Jubir Taliban Zabihullah Mujahid di Konpers Pertamanya
Kuasai Afghanistan, Militan Taliban Bertukar Senjata AK-47 dengan Senapan Buatan AS
Taliban: Perempuan Afghanistan akan Diizinkan Bekerja dan Sekolah
Facebook Larang Konten Terkait Kelompok Taliban