Ayatullah Ali Khamenei: AS Gagal Capai Tujuan Perang di Iran, Tak Berhasil Hancurkan Fasilitas Nuklir Kami
Menurut penilaian intelijen AS, serangan ke Iran tidak membuat situs nuklir Fordow hancur total.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menyatakan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai tujuan perang di Iran saat membantu Israel menyerang negaranya. Dia juga menegaskan, Israel dan AS gagal menghancurkan fasilitas nuklir Iran.
AS menyerang situs nuklir Iran, Fordow, pada Senin (23/6).
"AS memasuki perang secara langsung, karena takut bahwa rezim Zionis akan dihancurkan. Namun, AS tidak memperoleh apa pun dari perang ini. Mereka menyerang situs nuklir kami - yang dengan sendirinya tunduk pada tindakan hukum internasional - tetapi gagal mencapai sesuatu yang signifikan," kata Khamenei dalam rekaman video yang dirilis pada Kamis (26/6).
“Presiden AS membesar-besarkan peristiwa tersebut untuk menutupi kegagalan mereka, yang jelas bagi siapa pun yang mendengarkan. Sebagai tanggapan, Iran memberikan pukulan berat ke salah satu pangkalan utama Amerika di kawasan itu – Pangkalan Udara Al-Udeid – dan menimbulkan kerusakan. Media yang sama yang membesar-besarkan serangan AS mencoba meremehkan balasan Iran, tetapi itu adalah peristiwa yang signifikan,” paparnya, dikutip dari The Cradle, Jumat (27/6).
Khamenei menekankan, serangan Iran terhadap aset AS “dapat diulang” jika Iran “diprovokasi.”
Sementara itu, dalam konferensi pers pada Kamis, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengklaim fasilitas nuklir Iran hancur total dalam serangan AS pekan lalu.
Hegseth juga mengecam laporan media AS yang mengutip penilaian intelijen awal yang mengatakan program nuklir Iran hanya mengalami kemunduran beberapa bulan akibat serangan AS, dan Fordow tidak hancur total.
Menurut penilaian intelijen yang dibocorkan ke CNN, serangan udara AS di situs Fordow yang dibentengi dan lainnya hanya membuat program nuklir Iran mundur beberapa bulan.
Penilaian tersebut dilakukan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Pentagon dan didasarkan pada laporan kerusakan yang dilakukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) menyusul serangan AS terhadap Iran akhir pekan lalu, sumber yang diberi pengarahan mengenai masalah tersebut mengungkapkan kepada CNN.
Sumber tersebut mengatakan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran tidak hancur, dan bahwa sebagian besar sentrifus masih "utuh".