Ayah terlibat kasus hukum, putra Najib asyik kencan dengan aktris Taiwan
Ayah terlibat kasus hukum, putra Najib asyik kencan dengan aktris Taiwan. Dalam laporan itu menyebutkan bahwa pasangan itu pergi ke sebuah pub dan menghabiskan waktu selama dua jam sebelum meluncur ke hotel Grand Hyatt pukul 1 pagi waktu setempat.
Putra mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Mohd Nazifuddin Najib, ditemukan tengah menghabiskan waktu dengan seorang aktris Taiwan di Tapi.
Portal berita daring Taiwan melaporkan bahwa Mohd Nazifuddin pergi bersama Celia Chang setelah ayahnya dibebaskan dari penjara dengan jaminan senilai RM 1 juta (Rp 3,5 miliar). Najib sendiri ditangkap 3 Juli lalu atas skandal megakorupsi 1MDB.
"Mohd Nazifuddin terlihat makan di restoran dan dipijat di distrik perbelanhaan mewah Taipei pada Kamis (5/7)," demikian dilaporkan media Apple Daily, dikutip dari Asia One, Sabtu (7/7).
"Pasangan itu menghabiskan lebih dari tiga jam di restoran untuk makan steak dan minum anggur merah," tambah laporan itu.
Dalam laporan itu menyebutkan bahwa pasangan itu pergi ke sebuah pub dan menghabiskan waktu selama dua jam sebelum meluncur ke hotel Grand Hyatt pukul 1 pagi waktu setempat.
Menanggapi berita ini ini, juru bicara Chang mengklarifikasi bahwa Mohd Nazifuddin hanyalah 'teman'nya. Chang bertindak sebagai pemandu Mohd Nazifuddin selama perjalanannya ke Taipei.
Namun, laporan itu mengatakan juru bicara Chang telah mengklarifikasi bahwa Mohd Nazifuddin hanyalah seorang "temannya" dan dia telah bertindak sebagai pemandunya selama perjalanannya di Taipei.
Mohd Nazifuddin dilaporkan terbang kembali ke Malaysia pada Jumat (6/7).
Baca juga:
Pendukung Najib kumpulkan dana ratusan ribu Ringgit bantu bayar uang jaminan
Najib Razak tuntut balik 3 pejabat penyelidik kasus korupsi 1MDB
Ngotot tak bersalah dalam skandal megakorupsi, Najib Razak curhat di Facebook
Pendukung Najib Razak galang dana bayar uang jaminan
Menanti akhir drama sang mantan perdana menteri, bebas atau masuk bui
Anwar Ibrahim: Penahanan Najib bukan bermuatan politik