AS umumkan gencatan senjata di Suriah, Assad dan pemberontak menolak
Gencatan senjata itu akan memberi kesempatan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry hari ini mengumumkan gencatan senjata di Suriah dalam pertemuan dengan 16 negara di Munich, Jerman.
Gencatan senjata antara pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak yang didukung negara Barat akan dimulai sepekan setelah pertemuan di Munich, seperti dilansir koran the Daily Mail, Jumat (12/2).
Namun pemerintahan Basyar al-Assad dan kelompok oposisi mengatakan mereka tidak akan mematuhi gencatan senjata itu.
Gencatan senjata itu juga tidak berlaku bagi Rusia yang sejak September lalu melancarkan serangan udara mendukung Assad.
Selain itu gencatan senjata itu juga tidak berlaku bagi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau cabang Al Qaidah di Suriah, kelompok Jabhat al-Nusra, yang selama ini turut memperkeruh perang di Suriah.
Menurut laporan BBC, sejumlah diplomat mengatakan perjanjian gencatan senjata itu tidak sesuai dengan apa yang dijabarkan dalam dokumen.
Kerry mengumumkan para pemimpin masing-masing pihak telah setuju untuk mempercepat bantuan kemanusiaan di Suriah di masa gencatan senjata yang akan dimulai pekan depan.
Dalam jumpa persnya, Kerry ditemani Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan perwakilan PBB untuk Perdamaian Suriah Steffan de Mistura.
Namun Kerry menyatakan perang tidak dengan serta merta berakhir dalam waktu dekat. PErjanjian gencatan senjata itu hanya akan memberi kesempatan kepada bantuan kemanusiaan bagi warga Suriah.
"Pengiriman bantuan kemanusiaan akan dimulai pekan ini, yang pertama dikirim adalah kawasan yang paling membutuhkan dan selanjutnya kepada semua orang yang membutuhkan, terutama daerah yang terpencil dan sulit dijangkau," kata Kerry.
Baca juga:
Perbatasan Turki dipenuhi puluhan ribu warga Suriah yang terlantar
AS diam-diam mendukung Presiden Suriah agar tetap berkuasa
Rusia: Perang Dunia III terjadi bila perundingan damai Suriah gagal
Video ini gambarkan kehancuran Suriah akibat perang 5 tahun
Koalisi bareng AS, Arab Saudi siap gempur Suriah dari darat