Perbatasan Turki dipenuhi puluhan ribu warga Suriah yang terlantar
Merdeka.com - Puluhan ribu warga Suriah memenuhi perbatasan Turki. Mereka kabur dari serangan Rusia yang didukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Aleppo, Suriah.
Para pengungsi ini merangsek masuk perbatasan di tengah rencana kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Ankara. Akibatnya, pengawasan di wilayah perbatasan Turki menjadi lebih ketat.
Turki sendiri telah menyatakan akan membantu para warga Suriah, termasuk wanita dan anak-anak. Meski demikian, janji Turki masih belum terlaksana.
Sejumlah organisasi peduli warga Suriah bahkan sudah mengingatkan situasi di perbatasan Turki sudah sangat memprihatinkan.
"Turki sebenarnya sudah mencapai batas akhir untuk menampung pengungsi. Namun, orang-orang ini tidak punya tempat lain untuk tinggal. Bisa saja mereka tewas akibat pengeboman atau kita akan membuka perbatasan kita," ujar Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus, seperti dikutip dari CNN, Senin (8/2).
Perbatasan di Turki sudah ditutup sejak kemarin. Pasalnya, ribuan pengungsi berkumpul di sana menunggu dibukanya pintu gerbang.
Kini kejadian tersebut terulang lagi. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan Turki telah menerima sekitar 5.000 orang yang kabur dari serangan di Suriah, dan sekitar 50 hingga 55 ribu lainnya sedang dalam perjalanan ke perbatasan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya