Ali Khamenei: Musuh pakai segala cara buat mengganggu Iran
Ali Khamenei: Musuh pakai segala cara buat mengganggu Iran. Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menanggapi situasi terkini di Iran yang sedang dilanda serangkaian unjuk rasa berujung kerusuhan sejak Kamis lalu.
Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menanggapi situasi terkini di Iran yang sedang dilanda serangkaian unjuk rasa berujung kerusuhan sejak Kamis lalu.
"Dalam beberapa hari belakangan, musuh Iran memakai segala cara, termasuk uang, senjata, politik, dan aparat keamanan, untuk menciptakan masalah keamanan," kata dia dalam sebuah pertemuan rutin, seperti dilansir laman Press TV, Selasa (2/1).
Namun Khamenei juga menyatakan semangat, keberanian, pengorbanan, dan keyakinan bangsa Iran akan menjadi hambatan bagi musuh.
Akhir pekan lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang selama ini kerap mengkritik pemerintah Iran, menunjukkan dukungannya kepada para pendemo.
"Banyak laporan soal unjuk rasa damai rakyat Iran yang sudah muak dengan rezim korup mereka dan kekayaan negara yang mendanai terorisme di luar negeri," ujar Trump dalam kicauannya di media sosial Twitter, seperti dilansir laman Channel News Asia, Sabtu (30/12).
"Pemerintah Iran harus menghormati hak rakyatnya, termasuk untuk kebebasan berekspresi. Dunia sedang menyaksikan! #IranProtests."
Tak hanya Trump, Perdana Menteri Israel juga mendukung para pengunjuk rasa di Iran.
"Saya dengan hari ini Presiden Iran (Hassan Rouhani) mengatakan Israel di balik unjuk rasa di Iran. Ini bukan saja salah, tapi juga lucu. Dan tidak seperti Rouhani, saya tidak akan menghina rakyat Iran. Mereka layak mendapatkan yang lebih baik," ujar Netanyahu, seperti dilansir laman The Times of Israel, Senin (1/1).
"Rakyat Iran yang berani turun ke jalan-jalan. Mereka menuntut kebebasan. Mereka menuntut keadilan. Mereka ingin kemerdekaan yang paling mendasar yang selama ini tidak mereka dapat," kata dia.
Media lokal Iran mengutip Ali Shamkhani, menteri Dewan Keamanan Tertinggi Nasional yang menyalahkan media sosial penyebab kekerasan di saat unjuk rasa.
"Tanda pagar dan kabar tentang situasi di Iran berasal dari Amerika Serikat, Inggris, dan Arab Saudi," kata dia. "Apa yang terjadi di media sosial tentang situasi di negara ini adalah perang perpanjangan tangan terhadap rakyat Iran."
"Berdasarkan analisis kami, sekitar 27 persen tanda pagar menentang Iran berasal dari pemerintah Saudi," kata Shamkani.
Baca juga:
Ada Israel dan AS di balik demo Iran
Iran menganggap demonstrasi besar diarahkan supaya rusuh
Suriah anggap AS dan Israel dalang gejolak di Iran
Iran menggertak bakal menghukum mati pengunjuk rasa
Khawatir demo rusuh, Bahrain serukan warganya segera tinggalkan Iran