Ada Israel dan AS di balik demo Iran
Merdeka.com - Serangkaian unjuk rasa mengguncang Iran sejak Kamis lalu. Massa protes karena kenaikan harga-harga, meluasnya pengangguran dan ketimpangan ekonomi serta menyerukan slogan anti-kebijakan luar negeri. Mereka meminta pemerintah fokus pada masalah dalam negeri dan melupakan Suriah serta Palestina.
Demo yang bermula dari Kota terbesar kedua, Masshad, Kamis lalu itu merembet ke kota lain dan ke Teheran hingga berujung rusuh dan memaksa aparat keamanan menindak tegas para pengunjuk rasa.
Laporan teranyar menyebut sedikitnya 20 orang tewas dan 450 lainnya ditangkap aparat.
Media lokal mengutip Ali Shamkhani, menteri Dewan Keamanan Tertinggi Nasional yang menyalahkan media sosial penyebab kekerasan di saat unjuk rasa.
"Tanda pagar dan kabar tentang situasi di Iran berasal dari Amerika Serikat, Inggris, dan Arab Saudi," kata dia. "Apa yang terjadi di media sosial tentang situasi di negara ini adalah perang perpanjangan tangan terhadap rakyat Iran."
"Berdasarkan analisis kami, sekitar 27 persen tanda pagar menentang Iran berasal dari pemerintah Saudi," lanjut Shamkani.

Demo antipemerintah di Iran ©AFP PHOTO/STR
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan ikut berkomentar menanggapi demonstrasi di Iran kali ini.
"Banyak laporan soal unjuk rasa damai rakyat Iran yang sudah muak dengan rezim korup mereka dan kekayaan negara yang mendanai terorisme di luar negeri," ujar Trump dakam kicauannya di media sosial Twitter, seperti dilansir laman Channel News Asia, Sabtu (30/12).
"Pemerintah Iran harus menghormati hak rakyatnya, termasuk untuk kebebasan berekspresi. Dunia sedang menyaksikan! #IranProtests."
Israel yang selama ini dikenal memusuhi Iran juga tidak tinggal diam.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam video di YouTube kemarin membantah tudingan menyatakan Israel terkait dengan serangkaian demo yang kini tengah terjadi di Iran.
"Saya dengan hari ini Presiden Iran (Hassan Rouhani) mengatakan Israel di balik unjuk rasa di Iran. Ini bukan saja salah, tapi juga lucu. Dan tidak seperti Rouhani, saya tidak akan menghina rakyat Iran. Mereka layak mendapatkan yang lebih baik," ujar Netanyahu, seperti dilansir laman The Times of Israel, Senin (1/1).
Kevin Barret, pengamat politik sekaligus penulis asal Madison, Wisconsin, Amerika Serikat, mengatakan komentar Trump yang mendukung rakyat Iran melawan pemerintahnya itu bisa membuat orang menduga ada upaya dari luar untuk mengacaukan Iran.
"Bagi saya sulit membayangkan ada orang Iran menganggap Trump mau menjadi teman mereka. Dia (Trump) memihak demo Iran dan hal ini membuat orang meyakini dalam demonstrasi ini ada unsur yang ingin mengacaukan Iran," kata dia, seperti dilansir laman Press TV, Selasa (2/1).
Komandan militer senior Iran Massoud Jazayeri menyebut dukungan Trump terhadap para pendemo di Iran menunjukkan upaya Washington untuk membuat skema baru buat melemahkan Iran itu.
Dalam rapat kabinet tiga hari lalu Presiden Hassan Rouhani mengatakan rakyat Iran bebas untuk mengkritik pemerintah tapi para perusuh akan ditindak tegas.
"Iran harus berhati-hati betul karena Trump dan pihak-pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari situasi ini sama sekali tidak tertarik untuk memperbaiki ekonomi Iran, hanya tertarik menghancurkan Iran," kata Barret.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya